Fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Dicek Jelang Buka Kembali Penerbangan Internasional

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan pengecekan dan pemeriksaan fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, jelang pembukaan kembali layanan penerbangan internasional. “Ini demi terpenuhinya persyaratan dibukanya kembali penerbangan internasional,” ujar Novie Riyanto, Dirjen Perhubungan Udara dalam siaran pers, Rabu (6/10/2021).

Para inspektur masing-masing direktorat dan Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah IV Bali melakukan pemeriksaan dan pengecekan kesiapan fasilitas di bandara, baik sarana maupun prasarananya. Laporan hasil sementara dari pemeriksaan itu, kata
Novie, sudah diperolehnya. “Secara keseluruhan kesiapan fasilitas penerimaan kedatangan penumpang internasional, termasuk kesiapan fasilitas pelaksanaan PCR/TCM Test sudah lengkap dan dipersiapkan dengan baik,” ucapnya.

Dijelaskannya bahwa suhu di tempat pemeriksaan penumpang pada terminal kedatangan internasional >38 derajat celcius. Tersedia tempat pemeriksaan dokumen kesehatan dan 20 bilik untuk pengambilan sampel tes PCR. Tempat pemeriksaan keimigrasian dan kepabeanan, serta sistem penanganan bagasi dan alat pengatur suhu ruangan sudah siap. Area penahan sebagai ruang tunggu hasil swab PCR dan tempat duduk sudah diberi jarak mengikuti protokol kesehatan. Namun, ujar Novie, kesiapan hotel karantina dan personel petugas pengawas fasilitas karantina masih dalam proses penyiapan bersama Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Pemda Provinsi Bali, serta OBU Wilayah IV.

“Saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam mempersiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan. Hal ini sangat diperlukan karena Ngurah Rai diperkirakan akan menarik minat kedatangan penumpang internasional,” tuturnya.

Novie berharap, Pemda Bali fokus dalam mempersiapkan kapasitas hotel karantina dengan meningkatkan kapasitas hotel lebih kurang 8.000 orang menjadi 25.000 orang secara bertahap. “Kami juga berharap Pemda Bali dapat memastikan proses setelah di bandara dapat tertangani dengan baik, khususnya proses karantina yang diwajibkan selama delapan hari,” tegasnya.

Bandara Ngurah Rai yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) akan membuka pintu bagi penerbangan internasional ke Bali mulai 14 Oktober 2021. Wisatawan mancanegara yang diperbolehkan masuk hanya berasal dari lima negara, yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Selandia Baru.

“Angkasa Pura I sangat antusias menyambut keputusan pemerintah terkait pembukaan kembali penerbangan internasional bagi turis mancanegara menuju Bali. Antusiasme itu kami wujudkan dalam bentuk kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dalam mengimplementasikan syarat-syarat perjalanan bagi turis mancanegara,” ujar Faik Fahmi, Direktur Utama AP I.

Faik mengatakan, waktu yang dibutuhkan seorang penumpang untuk melalui proses kedatangan internasional di Bandara Ngurah Rai, termasuk menunggu hasil RT-PCR, yaitu 72 menit atau 1 jam 12 menit. Maka fasilitas area tunggu ditambah di Gate 4 hingga Gate 6 dan ada perluasan koridor kedatangan.

“Kami harap masa uji coba pembukaan kembali Bali bagi turis mancanegara dapat berjalan lancar. Juga benar-benar menunjukkan kesiapan seluruh stakeholder pariwisata di Bali, sehingga pembukaan pintu internasional ke Bali dapat lebih luas lagi dengan penambahan jumlah negara asal,” katanya.

Foto: AP I