Tue. Feb 25th, 2020

Era Penerbangan Helikopter sebagai Taksi Udara di Perkotaan Mulai Terlihat

Helicopter
                                   

Indonesia mulai memasuki era taksi udara menggunakan helikopter. Memang bukan era baru di beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat, atau bahkan Brazil. Di sana, pergerakan helikopter sampai lebih 2.000 per hari. Sementara di Indonesia, saat ini rata-rata 200 pergerakan helikopter per hari. Itu pun masih untuk penerbangan pendukung industri minyak dan gas.

Perkembangan industri dan bisnis helikopter sipil itu tak lepas dari dukungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Kami berkomitmen melakukan langkah-langkah deregulasi di seluruh bidang penerbangan, termasuk pengoperasian helikopter. Hal ini dilakukan agar menciptakan gairah dalam bisnis helikopter yang kompetitif dengan tetap mengedepankan keselamatan penerbangan,” ujar Polana B. Pramesti, Dirjen Perhubungan Udara usai membuka Forum Helikopter Indonesia (FHI) di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut Polana, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi kekuatan besar dalam industri penerbangan helikopter sipil. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya operator yang konsentrasi dalam bisnis ini. Di samping itu, Indonesia sebagai negara kepulauan tentu memerlukan transportasi udara yang cepat dan efisen.

Ada sekitar 1.137 helikopter sipil yang beroperasi di Indonesia. Nanti, kata Polana, moda yang menjanjikan ini bisa digunakan untuk transportasi udara privat, penerbangan lepas pantai, SAR, korporasi, evakuasi medis (medivac), juga untuk sarana pemadam kebakaran hutan, dan manfaat lainnya. “Pertumbuhan pesat industri helikopter ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN. Tren ke depan industri ini pun menjadi signifikan. Alat transportasi ini bisa mendukung program multimoda dan pariwisata,” tuturnya.

Pesatnya teknologi digital juga merambah operasionalnya menjadi helikopter online. “Ini sudah dicoba di New York City, AS, melalui aplikator Uber. Namun di Indonesia, mengingat geografisnya serta kendala terbang malam, menjadi tantangan bagi operator dan regulator,” ungkap Polana.

Bicara operasional helikopter di perkotaan, ingatan langsung tertuju pada Helicity, yang digagas Denon Prawiraatmadja, Direktur Utama Whitesky Aviation. “Ini visi baru bisnis helikopter di Indonesia, yang harus dikembangkan tanpa mengorbankan safety,” ucapnya.

Hal itu juga diungkapkan Sussy Kusumawardhani bahwa merek Helicity sudah identik untuk sebutan helitaxi. “Brand yang luar biasa,” kata Aircraft Sales Marketing Departmen Airbus Helicopter Indonesia ini.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara DKPPU), Capt Avirianto mengatakan, Helicity merupakan solusi kebutuhan transportasi di kota besar, juga antarkota besar, dan antarpulau. Helikopter dioperasikan untuk mendukung multimoda dan wisata.

“Ada 29 perusahaan yang mengoperasikan helikopter, 12 perusahaan di antaranya dengan area kerja di Jakarta, dan sampai saat ini hanya Helicity dari Whitesky yang memanfaatkannya untuk transportasi perkotaan,” ujar Avirianto.

Denon menjelaskan, di AS bisnis helikopter seperti Helicity sudah dikenal secara umum. Model retail business seperti itu bisa pula diimplementasikan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar yang lalu lintas daratnya sangat padat.

“Di Jakarta dan sekitarnya, kegiatan helikopter itu untuk korporasi, sementara di Kalimantan untuk medivac dan di Papua untuk angkutan logistik,” tutur Denon.

Dengan banyaknya fungsi dan manfaat itu, helikopter dapat menjadi alat transportasi multiguna yang harusnya berkembang dengan baik di Indonesia. Namun perjuangan untuk mengukuhkan eksistensi helikopter itu masih terus diupayakan. Begitu yang dikatakan Ketua Umum APHI (Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia), Capt Imanuddin Yunus.

“Bersama dengan almarhum Capt Toos Sanitioso, delapan tahun kami berjuang untuk berkembangnya penerbangan helikopter. Salah satunya tentang night VFR (Visual Flight Rule), yang sekarang sudah mulai dibuka, walaupun masih perlu terus disempurnakan,” ujar Yunus.

Regulasi-regulasi yang saat ini dianggap menghambat perkembangan industri helikopter, kata Denon, memang terus disempurnakan. “Regulasi itu dari waktu ke waktu kian disempurnakan,” pungkas Denon.

FHI yang mengusung tema “Indonesia Welcoming Helicopter Business and Regulation” itu merupakan persiapan penyelenggaraan “Asia Pacific Helicopter Community Forum” tahun 2020. Pada ajang ini diberikan pula penghargaan bagi para pilot senior yang berdedikasi dalam profesinya. Kali ini, Helicopter Senior Pilot Safety Award itu dianugerahkan kepada Capt Muntoha, Capt Wiyono Roosdiar, Capt Antonius Toos Sanitioso (almarhum), dan Capt Slamet Widodo.

“Mudah-mudahan operasional helikopter kian optimal. Dengan makin berkembangnya teknologi, bukan tidak mungkin bisa kita gapai. Kami akan support dan turut berkontribusi dalam program pengembangan helikopter di Indonesia,” ujar Capt Wiyono.