Dua Tahun Indonesia Pertahankan Status White List Tokyo MoU

Read Time:2 Minute

Port State Control (PSC) Indonesia diakui dunia, sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran di Indonesia. Pelabuhan di Indonesia pun dapat bersaing dengan pelabuhan negara lain di dunia.

Hal tersebut dibuktikan dengan kembali masuknya Indonesia ke dalam daftar putih atau White List berdasarkan Laporan Tahunan Tokyo MoU Tahun 2021. Pada tahun 2020, Indonesia mulai berstatus White List dan kini status itu berhasil dipertahankan.

“Sejak masuk menjadi anggota Tokyo MoU tahun 1993 hingga tahun 2019, Indonesia hanya masuk Grey List. Tahun 2020, akhirnya Indonesia berhasil masuk ke dalam kriteria White List. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras yang terbangun melalui sinergi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan seluruh instansi terkait,” kata Capt Mugen S. Sartoto, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam siaran pers, Jumat (20/5/2022).

Untuk mempertahankan status White List, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor UM.003/11/DJPL-18 tentang Peningkatan Pengawasan te6rhadap Kapal Berbendera Indonesia yang akan Berlayar ke Luar Negeri. Kapal-kapal berbendera Indonesia yang akan berlayar ke luar negeri diinstruksikan agar diperiksa oleh Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal bersama dengan Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing (Port State Control Officer, PSCO) sebelum diterbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Mugen menjelaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk menjamin kapal-kapal berbendera Indonesia sudah sesuai dengan standar internasional dan memenuhi persyaratan sesuai dengan konvensi internasional. Dengan begitu tidak ada atau setidaknya bisa mengurangi penahanan kapal berbendera Indonesia di luar negeri.

“Status White List berpengaruh positif pada biaya logistik kita. Kegiatan ekspor-impor yang menggunakan kapal berbendera Indonesia akan mampu bersaing dengan kapal-kapal asing, sehingga diharapkan kapal-kapal Indonesia akan semakin dipercaya oleh pemilik muatan untuk membawa muatannya ke mancanegara,” ujar Mugen.

Dari laporan Tokyo MoU diketahui bahwa selama tiga tahun terakhir, dari 583 inspeksi pada kapal berbendera Indonesia, hanya 22 kapal yang berujung pada detensi. Selanjutnya malah kian berkurang, yaitu 11 kapal (2019), enam kapal (2020), dan lima kapal (2021).)

Tokyo MoU adalah organisasi PSC dengan anggota dari negara-negara Asia Pasifik. Organisasi ini ingin mengurangi pengoperasian kapal di bawah standar internasional lewat kerja sama kontrol di masing-masing negara anggota.

Setiap kapal harus menerapkan aturan standar International Maritime Organization (IMO) dan International Labour Organization (ILO). Hal ini, antara lain, terkait keselamata di laut, perlindungan lingkungan maritim, kondisi kerja, dan kehidupan awak kapal.

Selain posisi kembali masuk daftar negara White List, Indonesia juga menunjukkan adanya kenaikan level performanya dari Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai Recognized Organization (RO). Posisi Indonesia naik dari level medium menjadi level high performance.

Foto: Ditjen Hubla