Dua Bandara AP 1 Batasi Jam Operasional dan Layanan

Angkasa Pura I (AP 1) melakukan penyesuaian operasional di bandara yang dikelolaannya sebagai upaya menyikapi dampak pandemi Covid-19 terhadap industri aviasi. Kebijakan ini dikeluarkan dengan memperhatikan sisi kesehatan publik maupun dari sisi bisnis bandar udara.

Peyesuaian dilakukan melalui strategi optimalisasi penggunaan area, fasilitas, dan pengaturan waktu dan jadwal dinas petugas bandara.

“Penyesuaian kegiatan operasional 15 bandara ini yang dimulai sejak 1 April ini, terutama bertujuan agar protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di bandara dapat diterapkan secara optimal,” ujar Direktur Utama AP 1, Faik Fahmi, Rabu (8/4/2020).

Penyesuaian operasional bandara disesuaikan berdasarkan kapasitas dan kondisi trafik aktual di masing-masing bandara.

Misalnya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Sepinggan, Balikpapan. Jam operasional bandara ini dikurangi menjadi 12 jam (pukul 06.00 – 18.00) dari sebelumnya 17 jam (pukul 06.00 – 23.00). Layanan pelaporan (check-in) di terminal keberangkatan dikonsentrasikan di area C dan D, sedangkan area A dan B dinonaktifkan untuk sementara waktu.

Baca Juga:

Dampak Pandemi Covid-19, AP 1 Sesuaikan Jam Operasional 15 Bandara

Keren! Bandara Hong Kong Punya Robot Pensteril Kuman dan Virus

Ruang tunggu terminal keberangkatan di bandara itu juga hanya dioperasikan sebagian, yaitu Gate 5 hingga Gate 11. Adapun terminal kedatangan di area timur akan ditutup, sehingga kedatangan maskapai rute domestik seperti Garuda Indonesia dan Citilink dipindahkan ke area kedatangan barat menggunakan conveyor belt 5 sampai 8.

Begitu juga dengan Bandara Lombok Praya, yang waktu operasinya dikurangi menjadi 16 jam (pukul 06.00 – 22.00) dari sebelumnya 24 jam.

Beberapa penyesuaian juga dilakukan di bandara ini. Di antaranya adalah penutupan sementara terminal internasional karena tidak ada lagi penerbangan internasional, penataan ulang alur operasi pelayanan penumpang dan pengaturan parkir pesawat, serta pengurangan jadwal waktu dinas petugas bandara.

Kata Faik, penyesuaian operasional ini dilakukan seiring dengan upaya manajemen melakukan efisiensi operasional bandara di tengah penurunan trafik penumpang yang cukup tajam. “Sekitar 25% pada Maret 2020 dibanding Maret 2019,” imbuhnya.

Adapun upaya efisiensi yang dilakukan, yakni pengurangan waktu operasional sebagian besar bandara dan pengurangan penggunaan utilitas.

“Hal ini merupakan bentuk corrective action dari sisi bisnis dalam menyikapi situasi krisis atau pandemi seperti saat ini dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap peraturan di tengah masa pandemi Covid-19 ini,” tandasnya.