Ditjen Hubud Siapkan 6 Strategi Antisipasi Jelang Nataru 2023

IndoAviation – Agar angkutan udara lancar dan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan, serta menerapkan protokol kesehatan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan mempersiapkan enam strategi antisipasi.

“Enam strategi itu, pertama, menjaga dan meningkatkan pemenuhan aspek safety dan security penerbangan serta protokol kesehatan; kedua, meningkatkan kapasitas angkutan udara (supply side); serta ketiga, menjaga pertumbuhan pemintaan (demand),” kata Maria Kristi Endah Murni, Plt. Dirjen Hubud di Jakarta, Rabu (7/12/2023).

Kristi melanjutkan, strategi keempat adalah meningkatkan pelayanan kepada penumpang; kelima, antisipasi kondisi kahar atau darurat; serta jeenam, komunikasi efektif dan massif dengan pengguna jasa transportasi udara.

Dalam hal peningkatan kapasitas angkutan udara, Ditjen Hubud sudah mempersiapkan antisipasinya. Pertama, penambahan kursi melalui tambahan penerbangan (extra flight) atau change bigger aircraft; dan kedua, menambah jumlah armada.

Ketiga, menambah jam operasi bandara (extend/advance); keempat, neningkatkan utilisasi pesawat atau jam operasinya; dan kelima, meniadakan pekerjaan di sisi udara.

Ditjen Hubud juga memastikan agar tarif angkutan udara sesuai dengan regulasi atau penerapan tarif yang terjangkau (dynamic pricing). Hal ini dilakukan agar meningkatkan pertumbuhan jumlah penumpang.

“Kami mendorong rekan-rekan maskapai untuk segera merealisasikan peningkatan angkutan udara, baik menambah jumlah pesawat maupun rute penerbangan. Kami juga berharap adanya promosi harga tiket dari maskapai, terutama untuk meningkatkan pariwisata,” kata Kristi.

Saat ini, seluruh armada angkutan udara ada 402 pesawat terbang yang serviceable dan siap dioperasikan. Pada Nataru 2023, ada 51 bandara pantauan yang secara perhitungan trafik akan ada peningkatan pergerakan pesawat dan penumpang.

Kristi mengatakan, “Jumlah penumpang transportasi udara diprediksi akan mengalami peningkatan 52,7% dari Nataru 2022. “Pada Nataru 2022, jumla penumpang sekitar 2,37 juta orang dan pada Nataru 2023 diprediksi akan mencapai 3,62 juta penumpang karena tidak ada pembatalan mobilitas.”

Penumpang pesawat terbang diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dan tetap memenuhi aturan persyaratan kesehatan yang berlaku. Menunjukkan surat vaksin dosis ketiga (booster) dan selalu menggunakan masker selama penerbangan.

Untuk meningkatkan pelayanan penumpang, Ditjen Hubud melakukan langkah peningkatan pengawasan oleh seluruh direktorat teknis kepada semua pemangku kepentingan di sektor penerbangan.

“Inspektur kami dari direktorat teknis akan melakukan inspeksi secara intensif dan berkala terhadap seluruh maskapai dan stakeholder terkait lainnya agar operasi penerbangan dapat berjalan dengan selamat, aman dan nyaman,” ungkap Kristi.

Foto: IndoAviation