Ditjen Hubud Pantau Program Subsidi Kargo Perintis di Bumi Cendrawasih

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pemantauan untuk memastikan program jembatan udara di wilayah Papua dan Papua Barat berjalan dengan baik dan lancar, sesuai dengan Program Strategis Kementerian Perhubungan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menjelaskan bahwa program jembatan udara di Bumi Cendrawasih ini merupakan salah satu program prioritas di direktorat yang ia pimpin.

“Program jembatan udara merupakan Program Pemerintah untuk mewujudkan Konsep Indonesia Sentris”, kata Polana, Ahad (15/12/2019).

Direktur Angkutan Udara, Maria Kristi Endah Murni yang melakukan pemantauan langsung pelaksanaan program subsidi kargo perintis di Papua menjelaskan, sinergi stakeholder merupakan hal yang sangat penting untuk menjalankan program jembatan udara di Tanah Papua.

“Kami telah memantau program subsidi kargo di beberapa bandara di Papua. Hal ini guna memantau, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan. Dan yang paling penting mensinergikan peran seluruh stakeholder di lapangan, mulai dari bandar udara, kargo dan para pelaku usaha,” ujar Kristi di Papua, Jum’at (13/12/2019).

Dalam kunjungannya, Kristi mendatangi sejumlah bandar udara yang memiliki peran strategis dalam pendistribusian kargo subsidi di Papua. Antara lain Bandar Udara Tanah Merah Boven Digoel, Bandar Udara Oksibil Pegunungan Bintang, dan Bandar Udara Timika.

Selain memantau aktivitas di bandar udara, Kristi juga mendatangi gudang yang menjadi tempat penampungan barang kebutuhan pokok dan memastikan pelayanan subsidi berjalan dengan baik kepada seluruh masyarakat.

Kristi menerangkan, program Subsidi Kargo yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berorientasi untuk menekan disparitas harga, khususnya bahan pokok di kota dan di distrik-distrik wilayah Papua.

“Melalui subsidi angkutan udara kargo perintis, pemerintah terus berupaya hadir, khususnya untuk melayani kebutuhan daerah-daerah yang secara geografis memang tidak dimungkinkan dijangkau oleh sarana transportasi di luar pesawat terbang di Papua,” terangnya.

Subsidi Angkutan Udara Perintis Kargo dan Subsidi Angkutan Udara Penumpang merupakan Program Pemerintah, melalui Ditjen Hubud guna mempermudah akses transportasi masyarakat di wilayah terisolir, terluar, tertinggal dan perbatasan (3TP).