Wed. Jul 8th, 2020

Disiapkan 2.000 Titik Akses Internet di Lokasi Baru  untuk Kondisi New Normal

                                   

Sebagai respons diharuskannya bekerja di rumah atau work from home (WFH) dan belajar di rumah, Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan 2.000 titik akses internet di lokasi baru.

“Ini solusi jangka pendek yang bisa kita lakukan, khususnya dalam periode sekarang di tengah pandemi Covid-19,” ujar Anang Latif, Direktur Utama BAKTI pada web dan seminar (webinar) “Solusi Bakti Kominfo di Tengah Pandemi” di Jakarta yang diikuti puluhan wartawan, Kamis (4/6/2020).

Anang mengatakan, saat ini Bakti sedang menentukan prioritas dari 2.000 titik akses internet di lokasi baru itu. Bakti juga telah melakukan optimalisasi jaringan di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) untuk mendapatkan kemampuan Integrated Management Content System (ICMS) dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

“Ketika masyarakat setempat mengakses internet secara gratis, pada landing page mereka akan ada konten edukasi yang telah disiapkan oleh Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik (IKP) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, serta Kementerian Kesehatan,” paparnya.

Ditambahkannya, “Selama pandemi Covid-19, Bakti telah menyelesaikan pembangunan peningkatan 600 BTS USO 2G menjadi 4G. Total 1.000 BTS USO telah ditingkatkan ke 4G sampai saat ini. Targetnya, bisa menyelesaikan peningkatan 600 BTS USO pada akhir Juni 2020. Dengan layanan 4G akan memudahkan masyarakat melakukan semua aktivitas dari rumah, terutama WFH dan belajar.”

Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi/Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi menilai, Bakti melakukan banyak terobosan dengan hadirnya internet di daerah 3T. Era new normal di Indonesia dapat menjadi momen pemanfaatan teknologi untuk menjalankan kehidupan dan ekonomi baru yang berjarak.

Menurut Heru, masyarakat harus lebih adaptif terhadap teknologi digital agar terus produktif. “Teknologi digital dengan internetnya masih menjadi solusi new normal, termasuk cashless payment,” ucapnya.

Terobosan Bakti lainnya adalah menyiapkan platform digital pelatihan bahasa Inggris untuk daerah-daerah pariwisata. “Kita prediksi, sektor wisata akan booming pasca berakhirnya Covid-19. Saat itulah mereka sudah memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik,” ujar Anang.

Bukan hanya itu, Anang menyampaikan bahwa Bakti juga mengadakan pelatihan pemasaran digital untuk desa wisata dengan cara membangun platform berupa website, pengoperasian secara online, serta membangun branding desa dan tim digital desa.

“Pelatihan-pelatihan ini akan dilakukan selama tiga bulan. Kalau responsnya positif, kami juga sanggup untuk memberikan kuota 10.000 peserta,” ungkapnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya Sayid Iskandarsyah mendukung upaya yang dilakukan Bakti dalam menyiapkan perangkat internet bagi masyarakat luas. “Apalagi mengingat dampak Covid-19, banyak yang membutuhkan informasi melalui akses internet.”