Direlokasi, Orang Utan ‘Bonbon’ Terbang dari Bali ke Sumatera Utara

Dalam waktu dekat Sriwijaya Air akan kembali berkontribusi melestarikan satwa langka. Menggunakan pesawat maskapai tersebut, Orang Utan bernama ‘Bonbon’ akan direlokasi dari Bali menuju habitat aslinya di Sumatera Utara.

“Dalam aksi ini, Sriwijaya Air menggandeng Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang memang telah sering berkolaborasi dalam hal kegiatan Corporate Environmental Responsibility (CER),” tutur VP Corporate Secretary Sriwijaya Air, Adi Willi Hanhari Haloho, Senin (16/12/2019).

Willi mengungkapkan, aksi ini adalah implementasi komitmen perusahaan yang berkelanjutan dalam rangka turut melindungi satwa langka kebanggaan Indonesia. Satwa langka seperti Orang Utan kehidupannya semakin terancam dengan banyak upaya perburuan, penyelundupan maupun pemeliharaan secara ilegal.

“Kami sadari betul bahwa banyak satwa langka di Indonesia kini dalam posisi yang terancam karena cukup banyak perilaku pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini tentu menjadi concern Sriwijaya Air yang telah menjadi bagian dari bangsa Indonesia, dan dengan demikian kami masih akan terus melakukan kegiatan CER secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Saat ini Bonbon masih berada di Bali. Hewan tersebut berhasil diselamatkan oleh Avsec Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Maret 2019 dari upaya penyelundupan yang dilakukan warga negara asing asal Rusia.

Sebelumnya, Sriwijaya Air tercatat beberapa kali mendukung upaya relokasi hewan-hewan langka dengan berkolaborasi bersama BKSDA setempat maupun lembaga pemerhati lingkungan lainnya.

Beberapa aksi yang pernah dilakukan sebelumnya adalah mendukung BKSDA DKI Jakarta dalam hal relokasi Kura-Kura Moncong babi ke Timika, Siamang ke Padang dan Kakatua Tanimbar ke Ambon pada Agustus 2019.

Pada September 2019, maskapai sukses menggelar acara Charity Fun Run bertajuk oRUNgutan 2019. Penghasilan yang diraup dalam acara tersebut didedikasikan untuk mendukung konservasi orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting.

“Konsistensi Sriwijaya Air dalam mendukung keberlangsungan hidup satwa liar yang dilindungi ini akan terus dipertahankan sebagai salah satu identitas maskapai yang secara tulus mendukung upaya penyelamatan kehidupan satwa-satwa liar nusantara,” tutupnya.