Dikelola PT APA Kolaborasi dengan GMR Group India, Bandara Kualanamu Bakal Jadi Hub Internasional

Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, bakal menjadi hub internasional di kawasan Sumatera. Mulai saat ini, pengelolaannya dilakukan oleh anak usaha PT Angkasa Pura (AP) II, yakni PT Angkasa Pura  Aviasi (APA) yang berkolaborasi dengan konsorsium GMR Group (GMR dan Aeroport de Paris).

“Kerja sama ini untuk pengembangan Bandara Kualanamu dari kapasitas terminal 8 juta menjadi 15 juta penumpang per tahun dalam tiga tahun ke depan. Prioritas pertamanya itu, dengan tambahan pengembangan infrastruktur tidak kurang dari Rp1,7triliun dalam waktu tiga tahun ke depan,” ujar Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur AP II dalam acara “Bandara Kualanamu Menuju Hub Internasional” di Sarinah Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Pada saat itu dilakukan penandatanganan dokumen operasianal komersial Bandara Kualanamu antara AP II, PT APA, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. PT APA pun menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU). Usaha Bandar Udara (BUBU).

Penandatanganan dilakukan oleh Muhammad Awaluddin; Presiden Direktur PT APA, Ahmad Rifai; dan Plt Dirjen Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penandatanganan tersebut.

Budi Karya mengapresiasi langkah kemitraan yang dilakukan oleh AP II dengan APA. “Saya senang dengan terwujudnya kolaborasi ini. Ini cita-cita kita dari beberapa tahun lalu. Kerja sama strategis AP II ke APA diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional dan menggerakkan ekonomi serta berjalan dengan baik dan berdampak positif,” katanya.

Diharapkannya pula, melalui kemitraan itu bisa menjadikan Bandara Kualanamu lebih kompetitif dan menjadi hub internasional untuk mendukung Sumatera Utara sebagai pusat pariwisata dan kargo. “Kemitraan ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah untuk melakukan pendanaan kreatif pada prasarana dan sarana yang dimiliki negara. Kita harus sebanyak mungkin mengajak partisipasi swasta, baik dari luar maupun dari dalam negeri, untuk ikut membangun dan meningkatkan trafik penumpang ataupun barang di Bandara Kualanamu,” ujar Budi Karya.

Sementara itu, Erick menyebut bahwa kolaborasi yang baik dapat meningkatkan daya saing. “Menteri Perhubungan ini luar biasa mendorong kolaborasi untuk perbaikan ekosistem transportasi, tidak hanya manusia, tapi semua barang yang diperlukan, di darat laut, udara,” ucapnya.

Erick mengatakan, pengelolaan Bandara Kualanamu oleh APA merupakan bagian dari upaya melakukan perbaikan ekosistem transportasi. Bukan hanya mobilitas manusia, tapi juga rantai pasok.

“Pak Budi (Menteri Perhubungan) dan saya serius memperbaiki rantai pasok. Kerja sama ini kita tekankan, bagaimana Sumatera Utara penting untuk kita dorong menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi Indonesia,” tutur Erick.

Ditambahkannya bahwa kolaborasi APA dengan GMR dari India itu menjadi kesempatan Indonesia membangun pasar baru. “Perdagangan selatan ke selatan sangat berpotensi. Kerja sama ini membuat kita punya akses langsung antara Indonesia dan India. Hubungan dagang Indonesia dengan India sangat bagus. GMR India yang bekerja sama dengan AP II akan mendorong trafik lebih banyak ke Indonesia dan Sumatera Utara akan menjadi hub-nya,” ujar Erick.

Pihak Pemprov Sumatera Utara menyebut, Bandara Kualanamu merupakan kebangaan masyarakat Sumut. Kehadirannya memberikan kemudahan dan mendukung perjalanan udara.

“Pengelolaan Bandara Kualanamu oleh APA dapat mendukung perekonomian di Sumut dan pembangunannya bakal menyerap banyak tenaga kerja. Bandara Kualanamu juga akan mendatangkan trafik penumpang internasional untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Sumut, yang unsya Allah pasti membangkitkan ekonomi,” ujar Musa Rajekshah, Wagub Sumut yang bicara secara daring.

Penumpang internasional di Bandara Kualanamu memang menjadi fokus untuk didatangkan sebanyak-banyaknya. Pada akhir tahun 2022, kata Awaluddin, Bandara Kualanamu akan membuka tujuh rute penerbangan internasional dari dan ke Asia Selatan. Negara-negara yang dilirik meliputi India, Bangladesh, Srilanka, Pakistan, dan sekitanya. 

“Dalam 5 tahun ke depan, Bandara Kualanamu akan melayani 40% penerbangan internasional atau naik dibandingkan saat ini yang hanya 10%,” ujar Awaluddin.

APA akan mengembangkan Bandara Kualanamu dengan konsep Airport City yang mengintegrasikan kebutuhan penumpang, kargo, dan peran bandara sebagai hub internasional.

“Kapasitas terminal penumpang ditingkatkan hingga maksimal 65 juta penumpang, dari saat ini sekitar 8 juta penumpang per tahun. Di samping itu, lahan seluas 200 hektare disiapkan untuk pembangunan area komersial,” ujar Awaluddin.

Untuk pengembangan Bandara Kualanamu, seluruh investasinya berasal dari APA, yang pemegang saham terbesarnya, 51%, adalah AP II. APA akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap operasional dan pengembangan. APA juga memastikan  bahwa dapat menyebabkanBandara Kualanamu dapat berkontribusi signfikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta pariwisata di Sumut dan Indonesia

Dana investasi yang disiapkan APA untuk pengembangan Bandara Kualanamu mencapai Rp56 triliun hingga tahun 2047. Pada tahun itu, pergerakan penumpang di Bandara Kualanamu bisa mencapai 54 juta penumpang.