Mon. Jul 13th, 2020

Di Tengah Pandemi, Manuver Qatar Airways Lampaui 4 Maskapai

qatar airways

Armada pesawat Airbus A350-1000 Qatar Airways. Sumber gambar: Skift.

                                   

Data independen terbaru dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyebutkan bahwa Qatar Airways dinobatkan kembali sebagai maskapai penerbangan yang gigih menyediakan layanan penerbangan di tengah pandemi Covid-19.

Dalam keterangan tertulis (10/6/2020) maskapai, disebutkan bahwa perusahaan banyak menjalankan misi penerbangan repatriasi selama krisis konektivitas ini. Maskapai ini juga membukukan pendapatan penumpang kilometer (RPK) lebih dari 1,3 miliar selama bulan April, sehingga menyumbang 17,8% dari pasar global. Torehan tersebut sekaligus melampaui lebih dari tiga kali lipat pesaing terdekatnya dan lebih dari gabungan empat maskapai berikutnya.

Qatar Airways Cargo juga terus memimpin sektornya dengan lebih dari 900 juta ton kargo kilometer (CTK) atau setara menyumbang 7,2% dari pasar kargo global.

Qatar Airways mengklaim bahwa mereka telah mengangkut lebih dari 1,8 juta penumpang pada lebih dari 15.000 penerbangan selama pandemi ini. Maskapai juga telah bekerja erat dengan pemerintah, dan perusahaan di seluruh dunia untuk mengoperasikan lebih dari 220 penerbangan carter dan sektor tambahan.

“Saya menyambut statistik independen dari IATA ini yang jelas menunjukkan ketahanan maskapai kami selama krisis ini. Tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya membutuhkan respons yang belum pernah ada dan Qatar Airways bekerja tanpa lelah untuk terus memberikan opsi repatriasi kepada penumpang yang terlantar,” tutur Presiden Eksekutif Grup Qatar Airways, Akbar Al Baker.

“Tidak mengherankan mengapa lebih banyak orang mengandalkan kami untuk perjalanan internasional daripada maskapai lain. Disaat banyak maskapai menunda operasi, kami terus mempertahankan jadwal dan jaringan yang kuat.”

Dia menyebut, jaringan Qatar Airways tidak pernah jatuh di bawah 30 tujuan. Maskapai baru-baru ini juga mulai menumbuhkan kembali jaringan global ke lebih dari 40 tujuan dengan ke lebih dari 170 penerbangan per pekan.