Mon. Mar 30th, 2020

Di Forum Internasional, Indonesia Perjuangkan Kelapa Sawit untuk Bioavtur

Pesawat Air Tractor AT-802 Susi Air. Sumber gambar: BeritaSatu.com.

                                   

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengaku bangga atas hasil penelitian tim Indonesia dan semangat mereka untuk dapat mempresentasikan kelapa sawit sebagai alternatif avtur di forum Committee on Aviation Environmental Protection (CAEP) Steering Group Meeting. Forum tersebut diselenggarakan International Civil Aviation Organization (ICAO) di Johannesburg, Afrika Selatan pada 2-6 Desember 2019.

Working Paper Nomor 37 tentang Indonesia’s Observations on Result of Life Cycle Assessment (LCA) & ILUC Default Values yang dipresentasikan tim CAEP Indonesia mendapat respon positif dari para delegasi perwakilan beberapa negara yang hadir dalam forum tersebut.

“Dalam 2 tahun terakhir, Tim CAEP Indonesia terus memperjuangkan kelapa sawit sebagai salah satu produk alternatif bahan bakar pesawat pengganti bahan bakar berbasis fosil, hal ini untuk menjawab tantangan dari program ICAO Environment dalam mencari produk alternative aviation fuels,” tutur Polana, Selasa (10/12/2019).

Polana mengatakan Indonesia akan terus berpartisipasi dan berperan aktif dalam kegiatan internasional guna memberikan manfaat yang positif bagi penerbangan Indonesia. Terlebih, dalam rangka menerapkan pengurangan emisi dan meningkatkan pengetahuan penggunaan biofuel sebagai bahan bakar pesawat udara.

Kata Polana, Indonesia mampu mempromosikan kelapa sawit dan bersaing dengan kajian negara negara lain. Di antaranta, Amerika Serikat dan Brazil mengkaji kedelai sebagai bahan alternatif bioavtur, sementara Uni Eropa memanfaatkan biji bunga matahari untuk pengganti energi fosil.

Dalam forum itu, Ditjen Perhubungan Udara menyampaikan dukungannya kepada Spanyol saat menyampaikan Working Paper mereka terkait co-prosessing green avtur. Menurut Polana, yang mereka presentasikan sejalan dengan program teknologi untuk pembuatan green avtur dengan bahan baku kelapa sawit yg dikembangkan Pertamina.

Saat ini Pertamina telah melakukan Trial Test di Refinery Plaju dan akan dilanjutkan di tiga Refinery lainnya, yakni Cilacap, Balongan dan Dumai.