Di Bandara Husein Sastranegara Bakal Ada Hotel Kapsul dan Bus Apron

Di tahun 2020 ini, Bandara Internasional Husein Sastranegara bakal melakukan sejumlah pengembangan. Pengembangan dilakukan mulai dari area sisi udara hingga sisi darat. Satu pengembangan yang paling menarik adalah bakal dibangunnya hotel kapsul.

Di sisi udara akan dilakukan sejumlah pengembangan seperti perluasan apron hingga penebalan landasan sebagai peningkatan layanan bagi mitra operator penerbangan.

“Kita akan perluas apron, overlay (penebalan) taxiway dan apron, dan perbaikan sistem drainase,” tutur GM Bandara Husein Sastranegara, Andika Nuryaman kepada IndoAviation di Bandung, Rabu (22/1/2020) siang.

Sementara untuk para penumpang pesawat, pengelola bandara akan menyiapkan bus apron untuk antar dan jemput mereka menuju pesawat atau terminal kedatangan. Upaya ini dilakukan agar penumpang tidak lagi kehujanan saat menuju pesawat atau terminal kedatangan.

“Berikutnya kami sudah menyiapkan akan adanya layanan bus apron. Kalau hujan kan (penumpang) kehujanan, atau mereka pakai payung. Sementara ini berdasarkan izin dari Kemenhub akan ada satu bus dulu. Nanti kita evaluasi, kalau memang okei kita tambah,” imbuhnya.

Seperti disebutkan di awal, bandara kebanggan masyarakat Bandung ini berencana akan menghadirkan hotel kapsul bagi pengunjung bandara. Hotel ini akan dibangun memanfaatkan area atap (rooftop) gedung terminal.

Baca Juga:

Dari 20 di 2019, Bandung Targetkan Punya 81 Penerbangan Tahun Ini

Jadikan Bandung Hub di Barat Indonesia, TransNusa Buka Tiga Rute

Insya Allah dalam waktu dekat (dibangun), itu fasilitas yang kita berikan kepada pengunjung. Jadi mereka sambil menunggu jadwal terbang tidak perlu susah-susah cari hotel. Di sini kita siapkan hotel kapsul dan harganya murah, sekitar Rp140.000,” paparnya.

Diakui Andika, ide menghadirkan hotel kapsul ini diadopsi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang menjadi pionir layanan tersebut di Indonesia, khususnya yang dikelola langsung oleh bandara.

“Hotel kapsul ini kita adopsi dari Bandara Soekarno-Hatta. Kita amati, tiru dan modifikasi dari sana. Kita punya rooftop yang view-nya langsung melihat Gunung Tangkuban Perahu, bisa liat take off-landing pesawat,” tandasnya.