Dewan Komisaris Tunjuk Fuad Rizal Jadi Plt. Dirut Garuda Indonesia

Fuad Rizal

Dewan Komisaris Garuda Indonesia menunjuk Fuad Rizal sebagai Plt. Direktur Utama Garuda Indonesia, Jum’at (6/12/2019). Penunjukan tersebut berdasarkan SK Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019.

Meski ditetapkan menjadi pucuk pimpinan sementara maskapai pelat merah tersebut, Fuad tetap harus melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko maskapai.

Penunjukkan Fuad sebagai orang nomor satu di Garuda Indonesia menyusul kebijakan Kementerian BUMN yang mencopot I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia pada Kamis (5/12/2019) kemarin.

Ari tersandung kasus dugaan penyelundupan motor besar Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton dalam ferry flight armada terbaru maskapai, Airbus A330-900neo. Bernomor penerbangan GA 9721, pesawat berbadan lebar itu diterbangkan dari fasilitas Delivery Center Airbus di Toulouse, Perancis menuju fasilitas GMF AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt. Direktur Utama Garuda Indonesia akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat. Plt. Direktur Utama memastikan bahwa kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja Perseroan,” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan dalam pernyataan tertulisnya, Jum’at sore.

Pada kesempatan ini, sambung Ikhsan, Garuda Indonesia turut menegaskan bahwa Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan. Perseroan juga berkomitmen untuk terus mengedepankan dan melaksanakan prinsip tata kelola Perusahaan yang baik dengan mematuhi aturan yang berlaku.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menegaskan akan mencopot Ari dari jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

Dikutip dari merdeka.com, sikap tegas tersebut dilakukan Erick menyusul pengakuan Ari sebagai pemilik barang selundupan berupa onderdil motor gede (moge) Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis bersamaan dengan ferry flight A330-900neo Garuda Indonesia.

“Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia,” tegas Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Namun demikian, Erick mengungkapkan bahwa pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung. Menurutnya, hal itu harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, mengingat perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan milik publik.