Desain T4 Soekarno-Hatta Dipercepat Selesai Akhir Tahun 2020

Penyelesaian desain dasar (basic design) Terminal 4 (T4) Bandara Internasional Soekarno-Hatta bakal dipercepat. Pada akhir tahun 2020 ini ditargetkan selesai, sehingga bisa mulai tender awal tahun 2021. Padahal akhir tahun 2019 disebutkan akan selesai dalam waktu 18 bulan dan mulai tender pertengahan tahun 2021.

“Kenapa butuh percepatan? Basisnya kami sampai sekarang backlock 25 juta penumpang. Sekarang T1 9 juta, T2 9 juta, dan T3 23 juta pergerakan penumpang. Bagaimana dengan lima tahun ke depan?” kata Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur PT Angkasa Pura (AP) II ketika bertemu wartawan di T3 Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (24/1/2020).

Menurut Awaluddin, “Infrastruktur itu harus leading supply. Jangan sampai dihitungnya menunggu masyarakat sulit terlayani dulu. Saban Lebaran pasti ramai. Beda saat T3 hadir. Distribusi bagus.”

Apalagi nanti pada akhir 2020, kapasitas T2 akan menjadi 20 juta pergerakan penumpang per tahun setelah revitalisasi. Ditambah dengan 20 juta pergerakan penumpang pada pertengahan 2021 usai rampungnya revitalisasi T1.

“Terminal 4 akan kami maksimalkan jadi gedung terminal terbesar di Indonesia. Bisa meng-handle 40-45 juta pergerakan penumpang setahun. Jadi, kapasitas Bandara Soekarno-Hatta menjadi 105-110 juta,” ucap Awaluddin.

T4 akan dibangun di lahan 102 hektare yang sekarang merupakan kawasan Suwarna atau masih area bandara, sehingga tak ada pembebasan lahan. Ini lahan terakhir yang dimiliki AP II. Investasinya, kata Awaluddin sebagaimana disampaikannya kepada Presiden Joko Widodo, Rp12-14triliun.

Pemenang tender untuk desain T4 itu adalah konsorsium konsultan desain KSO Karya Bersama Nusantara. Koordinatornya BUMN PT Bina Karya, dengan Yooshin Engineering Corporation dari Korea Selatan dan PT LAPI Divusi. Didukung pula oleh berbagai perusahaan, seperti Aéroports de Paris (ADP) Ingénierie, Indodesign, PT Grahanatra, dan Andra Matin and Bruno.

“Akan menjadi terminal untuk domestik atau internasional, atau LCC, juga nantinya berapa tingkat, belum ditentukan sekarang,” tutur Awaluddin.

Konsep desainnya ada tiga cakupan, dengan usulan memasukkan unsur seni, budaya, dan turisme. Pertama, konseptual desain menyatukan kebutuhan stakeholders, seperti bea cukai, maskapai, ground handling, security. Di konsep inilah ada perang ide. Cakupan kedua baru ada basic design dan ketiga detail engineering design, hal-hal yang berkaitan dengan biaya, teknis, kondisi material.

“Saat konsep desainnya jadi, kita akan repotitioning untuk T1, T2, dan T3. Kemudian akan kita putuskan untuk penentuan T4. Pembahasannya paralel. Pembangunan gedung sebesar itu tidak bisa main-main,” ujar Awaluddin.