Demi Terbang yang Tenang dan Bersih, Boeing-Etihad Manfaatkan ecoDemonstrator 787-10 Dreamliner

Read Time:2 Minute

Boeing bersama Etihad Airways memanfaatkan ecoDemonstrator 787-10 Dreamliner yang pertama untuk menguji teknologi terbaru.

Teknologi untuk mengurangi kebisingan pada badan pesawat dan roda pendaratan, serta teknologi kebersihan yang dapat memerangi Covid-19 dan patogen lainnya. Juga teknologi jalur penerbangan dan wilayah udara yang efisien dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat.

“Uji teknologi dengan memanfaatkan ecoDemonstrator ini untuk menghasilkan penerbangan yang lebih tenang, lebih bersih, serta lebih lama,” ujar Mike Sinnet, Boeing Vice President/General Manager BCA Product Development dalam pertemuan virtual, Rabu (23/9/2020).

Boeing menyebut Dreamliner milik Etihad merupakan tempat pengujian yang ideal untuk program tahun 2020. Tahun sebelumnya, Boeing dan Etihad menandatangani aliansi untuk mendalami inisiatif keberlanjutan. Program uji coba tahun ini merupakan perpanjangan dari perjanjian tersebut.

Senior Vice President Technical Etihad Airways, Paul Kear mengatakan, kemitraan strategis pertama Etihad dan Boeing dibangun dari pesawat terbang Boeing 787 Dreamliner.

“Keberlanjutan dan inovasi adalah tonggak penting kemitraan ini, untuk mewujudkan nilai yang bermakna bagi Etihad, Boeing, dan seluruh industri penerbangan,” ucapnya.

Pihaknya memang memiliki program Etihad Greenliner. Armada pesawat 787 yang dimilikinya memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai perintisnya.

“Ini untuk mendorong seluruh rantai nilai industri penerbangan ikut serta secara kolektif dalam mengatasi tantangan industri demi mencapai tujuan yang berkeberlanjutan,” tutur Kear.

Sementara itu, Boeing Technical Fellow ecoDemonstrator Program Technical Leader, Douglas Christensen, mengungkapkan, perencanaan uji terbang itu sepenuhnya virtual. Program ecoDemonstrator merupakan yang paling padat hingga saat ini.

Disampaikannya pula, untuk uji kebisingan, pihaknya melakukan penelitian akustik NASA. Pada badan pesawat dipasang 214 mikrofon dan 1.000 mikrofon di darat.

“Untuk uji kebisingan itu, ada 88 penerbangan yang diteliti dengan lebih dari 50 konfigurasi tes dan manuver yang unik,” ujar Christensen.

Untuk mengurangi kebisingan pada roda pendaratan ketika mendekati landasan, Safran memodifikasi roda pesawat. Dalam pengujiannya, pendaratan melewati 23 deretan mikrofon untuk merekam suara.

“Ini untuk mengurangi kebisingan yang Anda dengar di bandar udara,” jelas Christensen.

Demonstrasi lainnya adalah terbang langsung untuk efisiensi ruang udara dan operasionalnya. Penggunaan ruang udara yang efisien adalah untuk mengurangi CO2, kebisingan, dan mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas udara.

Dibutuhkan pula bahan bakar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Uji terbang ini berbahan bakar 50.000 galon U.S. dengan campuran 50/50. Diproduksi dari limbah pertanian yang tidak bisa dikonsumsi oleh World Energy di California. Bahan bakar ramah lingkungan mengurangi 75 persen emisi CO2 sepanjang daur pemakaiannya,” tuturnya.

Mengacu pada pandemi Covid-19 saat ini, Boeing tengah mengembangkan tongkat disinfektasi UV portabel. Ini untuk meminimalkan penggunaan disinfektan cair pada komponen-komponen elektronik. Diujikan pula di kabin pesawat, lapisan anti-mikrobial.

“Teknologi baru yang menjanjikan untuk sanitasi permukaan dengan frekuensi kontak yang tinggi diujikan dalam ecoDemonstrator 787 Dreamliner,” ungkap Christensen.

Foto: Boeing