East Cross Taxiway Soekarno-Hatta Mulai Dipakai, Apa Manfaatnya?

Angkasa Pura II secara resmi mulai mengoperasikan east cross taxiway di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (16/12/2019). Fasilitas baru ini diharapkan bisa memangkas waktu tunggu pesawat yang akan lepas landas.

“Hal penting dari pengoperasian ini adalah, selain untuk mendukung sirkulasi pergerakan pesawat udara, khususnya dari apron utara menuju apron selatan atau sebaliknya,” tutur Senior Manager Of Branch Communication & Legal Bandara Soetta, Febri Toga Simatupang dalam siaran persnya.

Febri mengatakan, pengoperasian ini juga akan menambah dukungan bandara di musim puncak angkutan libur akhir tahun 2019 dan tahun baru 2020 yang tak lama lagi akan berlangsung.

Saat dibuka, east cross taxiway atau landas hubung silang timur antara runway selatan dan runway utara bandara ini sukses dilintasi empat pesawat. Terdiri dari dua pesawat Garuda Indonesia, satu armada AirAsia Indonesia dan satu armada Batik Air.

Jalur yang mulai dibangun pada Januari 2018 tersebut memiliki panjang 1.560 meter dengan lebar 60 meter. Febri menjelaskan east cross taxiway Bandara Soekarno-Hatta mumpuni untuk dilalui pesawat berbadan lebar sekelas Airbus A380.

“Walaupun saat ini A380 belum masuk ke Indonesia, tapi kami pastikan jenis pesawat tersebut bisa melintasi east cross taxiway ini. Saat ini kami sedang mengupayakan juga untuk mencoba Boeing 777-300 yang dimiliki Garuda dan maskapai lain, mungkin akan kami lakukan besok (Selasa, 17 Desember),” tandsnya.