Thu. Dec 12th, 2019

Setinggi 22 Meter, Jembatan Lengkung LRT Dicor 4 Menteri

Lrt jabodebek

Pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang Kuningan proyek prasarana LRT (Light Rail Transit), Senin, (11/11/2019). Sumber gambar: Ery.

Pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang Kuningan proyek prasarana LRT (Light Rail Transit) dilakukan hari ini (Senin, 11/11/2019). Pengecoran dilakukan di ketinggian 22 meter di atas permukaan jalan dan dilakukan langsung oleh empat menteri.

Keempat menteri yang melakukan langsung pengecoran tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Pengecoran dilakukan sekitar pukul 08.40 WIB. Lokasinya terletak di persimpangan jalan HR. Rasuna Said dan jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Jalur ini terintegrasi untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

”Proyek LRT Jabodebek ini merupakan inivasi dari Adhi Karya,” kata Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto saat acara seremoni pengecoran.

Sampai dengan 1 November 2019 progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I secara keseluruhan telah mencapai 67,3 persen. Rincian progres tersebut meliputi pembangunan lintas Cawang-Cibubur 86,2 persen, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh atas 58,3 persen dan lintas Cawang-Bekasi Timur 60,5 persen.

“Progres sampai dengan saat ini secara total sudah mencapai 67,3 persen. Lintasan Cawang-Cibubur telah dilakukan static test, kereta sudah wara-wiri mencoba kecepatan,” tuturnya.

Dia tak menampik bahwa proyek pembangunan jalur LRT mengalami hambatan. Namun masalah tersebut telah terselesaikan, dan hanya menyisakan sebagian kecil saja.

“Memang proyek ini mengalami hambatan, yaitu pembebasan tanah. Tapi persoalan itu sudah bisa diselesaikan. Saat ini hanya menyisakan benerapa bidang di Bekasi Timur yang akan difungsikan sebagai depo,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Adhi Karya menjalankan proyek tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Adhi Karya sangat gigih untuk menjalankan projek ini. Projek ini menjadi suatu projek yang menjadi contoh dari segi struktur dan tingkat kesulitan,” ujarnya.

Dia berharap moda angkutan massal ini akan menjadi alternatif yang efisien di Indonesia.

“Kita harapkan ini menjadi suatu alternatif bagi angkutan massal Indonesia. Karena ini menjadi suatu harapan, kita harapkan Adhi Karya bersama KAI mengerjakan dengan sungguh-sungguh, pemerintah akan memberikan support,” pungkasnya.

Berikut spesifikasi jembatan tersebut:

Jenis: jembatan kereta

Metode: balanced cantilever

Tipe: box girder beton dengan radius lengkung 115 meter

Panjang utama: 148 meter

Beban pengujian: 4.400 ton

Baca ini juga ya!