Fri. Jun 5th, 2020

Dapat Hibah US$12,4M, Maskapai AS Tak Boleh Potong Gaji Karyawan

Armada pesawat maskapai United Airlines. Sumber gambar: David J. Phillip.

                                   

Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) telah mencairkan dana tambahan senilai U$9,5miliar untuk program dukungan penggajian bagi maskapai penerbangan nasional. Dengan demikian, secara total Pemerintah AS telah memberikan hibah senilai US$12,4miliar kepada maskapai yang bisnisnya terdampak pandemi Covid-19.

Tak kurang dari 10 maskapai besar dan 83 maskapai kecil telah mendapatkan kucuran danah hibah tersebut. Sebelumnya, anggota Kongres AS menyetujui pemberian total hibah senilai US$ 25 miliar.

Dikutip dari Kontan.co.id (26/4/2020), Kementerian Keuangan AS mensyaratkan maskapai besar yang menerima bantuan lebih dari US$100juta untuk membayar kembali 30 persen pinjaman berbunga rendah selama 10 tahun dan menerbitkan waran yang setara dengan 10 persen dari jumlah pinjaman.

Sebagai syarat hibah, maskapai tidak boleh memotong gaji atau pekerjaan karyawan hingga 30 September 2020. Mereka juga dilarang membeli kembali saham atau membayar dividen sehingga berpotensi menghadapi pembatasan kompensasi untuk eksekutif.

Kepala Eksekutif SkyWest Inc Chip Childs mengatakan kepada para karyawan bahwa perusahaan berharap dapat menerima dana senilai US$438juta dari Kementerian Keuangan AS untuk membayar gaji karyawan mereka.

“Ada kemungkinan yang sangat nyata bahwa kami bisa menjadi maskapai kecil pada akhir tahun ini,” tulisnya dalam surel, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/4/2020).

Sebanyak empat maskapai besar AS telah menerima dana hibah US$19,2miliar dari total US$25miliar. Di antaranya American Airlines Group Inc, Delta Air Lines Inc, United Airlines Holdings Inc dan Southwest Airlines Co.

Baca Juga:

Jika Tak Segera Dapat Bailout, Maskapai AS Ancam PHK Puluhan Ribu Pekerja

Dihajar Corona, Puluhan Ribu Karyawan Maskapai Terancam Nganggur

Kementerian Keuangan AS memberikan operator utama 50 persen dana hibah pada awalnya dan kemudian melepaskan sisanya hingga Juli.

Kementerian Keuangan mengatakan bahwa dana tambahan tersebut akan terus diberikan kepada pemohon yang disetujui secara bergulir. Pihaknya masih mengkaji bagaimana cara memberikan hibah senilai US$4miliar kepada operator kargo dan US$3miliar untuk kontraktor bandara seperti katering.

Maskapai mungkin masih membutuhkan lebih banyak dana karena permintaan perjalanan udara negara itu turun drastis hingga 95 persen dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik.

Sebelumnya, pada Jum’at (24/4/2020) lalu, Presiden AS, Donald J Trump mengatakan bahwa pihaknya dapat melakukan pra-pembelian tiket pesawat dengan diskon 50 persen atau lebih untuk perjalanan selama empat atau lima tahun ke depan.

“Anda menanamkan uang tunai kepada mereka. Dan sementara itu, kami menerbangkan orang-orang di negara kami untuk dan sebagian kecil dari biayanya,” ujar Trump.