Fri. Apr 10th, 2020

Covid-19, SIA Tunda Kiriman Pesawat Hingga Potong Gaji Karyawan

                                   

Badai wabah virus Corona (Covid-19) yang menerjang berimbas pada lesunya industri penerbangan di dunia. Singapore Airlines (SIA) mengakui bahwa mereka tengah berupaya untuk membangun likuiditasnya agar perusahaan dapat terus hidup.

Perusahaan maskapai penerbangan asal Singapura ini secara aktif mengambil langkah-langkah untuk membangun likuiditasnya, serta mengurangi pengeluaran modal dan biaya operasional.

Pada 17 Maret lalu, SIA menyebutkan bahwa mereka akan terus berupaya dengan agresif untuk mengatasi dampak wabah Covid-19 terhadap Perusahaan.

Dalam keterangan resminya yang IndoAviation terima pada Senin (23/3/2020) kemarin, SIA menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga langkah yang dilakukan.

Pertama, mereka hingga kini masih terus melakukan diskusi dengan produsen-produsen pesawat untuk menunda pengiriman pesawat yang akan datang.

Baca Juga:

Langkah Ekstrem SIA Cegah Covid-19, Gerus 96% Penerbangan dan Kandangkan Armada

Singapore Airlines Bebaskan Biaya Pemesanan Ulang Tiket Penerbangan

“Jika disetujui, hal ini akan menunda pembayaran untuk pengiriman pesawat-pesawat tersebut,” tulis maskapai dalam keterangan resmi.

Kedua, untuk menekan pengeluaran modal dan biaya operasional, SIA mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji bagi manajemen SIA Group. Para direktur perusahaan telah menyetujui pemotongan gaji mereka. Selian itu diberlakukan juga skema cuti sukarela tanpa gaji hingga ke posisi manajemen tertentu.

“Seiring dengan situasi yang memburuk, serikat pekerja telah terlibat dalam upaya-upaya pemotongan biaya tambahan yang diperlukan dan langkah-langkah lebih lanjut akan segera diambil.”

Ketiga, perusahaan juga memanfaatkan jalur kreditnya untuk bisa memenuhi kewajiban dan kebutuhan pada jangka pendek dan jangka panjang.

“Slama beberapa hari terakhir, SIA Group telah memanfaatkan jalur kreditnya untuk memenuhi persyaratan arus kas dalam waktu dekat. SIA Group terlibat dalam diskusi dengan beberapa lembaga keuangan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan di masa yang akan datang.”

“Perusahaan terus mengeksplorasi upaya untuk mempertahankan likuiditasnya di tengah gangguan terhadap industri perjalanan udara global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan akan mengumumkan rincian lebih lanjut ketika upaya tersebut telah dipastikan.”