Mon. Jul 13th, 2020

Corona Gelombang II, Beijing Batalkan 1.255 Penerbangan di 2 Bandara

Bandara Internasional Beijing Daxing. Sumber gambar: Air & Cosmos - International.

                                   

Tercatat lebih dari 1.000 penerbangan dari dan ke dua bandara internasional di Beijing, Cina dibatalkan pada Rabu (17/6/2020) kemarin.

Kebijajan itu dilakukan sejalan dengan langkah otoritas setempat untuk mencegah kemungkinan adanya gelombang kedua virus Corona.

South China Morning Post melaporkan, sebanyak 1.255 penerbangan yang seharusnya lepas landas dan mendarat di Bandara Internasional Beijing Daxing dan Bandara Internasional Beijing Capital dibatalkan.

Hal ini mengacu data Flight Master. Angka tersebut setara dengan dua pertiga lalu lintas penerbangan di dua bandara tersebut.

Data pembatalan penerbangan pun telah dilaporkan di laman Global Times milik Partai Komunis China.

Langkah untuk kembali menerapkan pembatasan penerbangan dinilai berisiko mengganggu pemulihan pasar penerbangan domestik di negara itu.

Para analis menyatakan, pasar penerbangan domestik Cina mengalami perbaikan paling mengesankan di antara negara-negara lainnya sejak pandemi virus mematikan tersebut.

“Kembalinya pandemi di Beijing membawa guncangan baru pada industri penerbangan domestik,” ujar Lin Zhijie, pakar penerbangan di Aviation Think Thank.

“Dalam beberapa hari terakhir, jumlah penerbangan telah anjlok sekitar 20 persen. Sekarang Beijing meningkatkan larangan dan mewajibkan calon penumpang membuktikan mereka telah menjalani tes virus (Corona) sebelum terbang, maka akan ada penurunan 20 persen lagi,” paparnya.

Pembatalan penerbangan dilakukan setelah Beijing menaikkan level respons darurat kembali ke II dari III pada Selasa (16/6/2020) malam. Ini terjadi pasca kasus baru virus Corona naik menjadi 137 sejak Kamis pekan lalu.

Kasus baru Corona di Beijing tersebut dilacak berasal dari pusat penjualan bahan makanan Xinfadi di Beijing, di mana ribuan ton sayuran, buah-buahan, dan daging diperdagangkan setiap harinya.

Warga Beijing yang diidentifikasikan berisiko menengah hingga tinggi dilarang meninggalkan kota. Adapun seluruh warga Beijing diimbau tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak.