Mon. Jul 13th, 2020

Citilink Siapkan Prosedur Wajib SIKM Bagi Penumpang Tujuan Jakarta

Armada pesawat A320 maskapai Citilink Indonesia. Sumber gambar: Ery.

                                   

Maskapai Citilink Indonesia tengah mempersiapkan prosedur wajib Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) telah ditetapkan kemarin (Senin, 25/5/2020) melalui rapat jajaran menteri. Konsensus dalam rapat menetapkan penumpang dengan tujuan Jakarta diwajibkan memiliki SIKM dan Surat keterangan Bebas Covid-19 berbasis PCR Test dengan hasil negatif.

Terkait hal ini, Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo mengatakan bahwa pada prinsipnya Citilink mematuhi aturan baru yang ditetapkan pemerintah untuk mendukung langkah percepatan penanggulangan wabah Covid-19.

“Pada prinsipnya Citilink mematuhi aturan pemerintah dan apabila nanti penerbangan kembali normal pada 1 Juni 2020 dan aturan SIKM masih berlaku, maka Citilink akan menerapkannya,” kata Juliandra seperti dikutip Kompas.com, Selasa (26/5/2020).

Hal serupa juga dituturkan VP Corporate Secretary and CSR Citilink, Resty Kusandarina. Dia mengatakan, pihaknya juga memberlakukan pemeriksaan dokumen penumpang yang dipersayaratkan untuk melakukan perjalanan udara.

Baca Juga:

Tak Punya SIKM, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Akan di Karantina 14 Hari

Gandeng TNI-Polri, Kemenhub Beri Tindakan Hukum Pelepas Balon Udara Secara Liar

“Kalau dari kita, basic-nya kita memeriksa (penumpang), termasuk dokumen yang dipersyaratkan juga. Karena kan kalau tidak ada yang susah juga penumpangnya,” kata Resty.

Sebelumnya, Garuda Indonesia sebagai induk Citilink telah memberlakukan aturan baru tersebut per hari ini.

Namun, bagi para penumpang yang tidak memiliki persyaratan tetap diizinkan terbang, dengan konsekuensi melakukan karantina 14 hari di GOR Cengkareng.

“Kalau karantina, saya saya belum bisa konfirmasi secara detail karena kita dari Citilink lagi persiapan new normal. Prosedurnya nanti seperti apa kita juga belum ketok palu,” tambah dia.

Juliandra menyebutkan, saat ini Citilink sedang tidak melayani penerbangan sampai dengan 31 Mei 2020 dan baru akan kembali beroperasi pada 1 Juni mendatang.