Cegah Virus Corona, GMF Sudah Desinfeksi 50 Pesawat

Sejak merebaknya kabar tentang virus corona atau Covid-19, mulai Januari 2020 sampai dengan Maret 2020 ini, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMF) sudah melakukan desinfeksi 50 pesawat terbang. Terdiri dari 19 pesawat Garuda Indonesia, 13 pesawat Citilink Indonesia, dan 18 pesawat asing yang akan dirawatnya.

“Kita harus antisipasi untuk pencegahan pada seluruh pesawat yang dari luar negeri. Pesawat yang datang langsung desinsfeksi,” ucap Tazar Marta Kurniawan, Direktur Utama GMF pada temu media di Hanggar 2 GMF Cengkareng, Jumat (6/3/2020) sore.

Menurut dia, pesawat terbang sebagai media transportasi udara berpotensi sebagai tempat terpaparnya virus. Diisi oleh banyak penumpang dengan latar belakang yang bisa jadi ada yang terpapar Covid-19. “Jadi wajib bagi operator penerbangan untuk melakukan desinfeksi agar pesawat bisa dioperasikan dengan steril,” ujar Tazar.

Sebenarnya, kata dia, pembersihan pesawat setelah dioperasikan sudah dilakukan rutin, yang disebut interior cleaning. Namun dengan adanya wabah virus corona, pembersihan dilakukan dengan lebih menyeluruh.

Desinfeksi dilakukan untuk seluruh area yang bersentuhan langsung dengan penumpang, seperti toilet di pesawat (lavatory), kursi, tempat bagasi di atas kabin (overhead compartment), dan dapur di kabin (galley). Caranya bisa dengan diusap atau disemprot. Bahkan dengan teknologi baru, desinfeksi dilakukan menggunakan sistem komputer yang lebih efektif.

Memang sesuai arahan Kementerian Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta, setiap operator dan provider perlu melakukan tindakan khusus pada pesawat yang membawa penumpang terindikasi terjangkit virus corona. Tindakan khusus ini dilakukan dengan perawatan kebersihan pesawat melalui metode desinfeksi.

Kepala Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta, Sutjipto mengatakan, “Terkait Covid-19, pesawat harus bebas bakteri dan virus dan tindakan desinfeksi harus dilakukan karena kita tak tahu riwayat pesawat itu sudah terbang ke mana saja. Di samping itu, harus dilakukan juga upaya untuk melindungi karyawan yang melakukan desinfeksi.”

Mengenai hal itu, Tazar menegaskan bahwa keselamatan personel, ada sekitar 9.000 karyawan GMF, harus dijaga. “Sebelum melakukan pembersihan, personel harus memakai alat perlindungan diri yang sesuai. Apalagi jika pesawat tersebut diketahui terpapar Covid-19, personel memakai baju khusus.”

Selain itu, Sutjipto menambahkan agar pesawat yang akan dirawat itu ketika datang dilakukan desinfektan, sebelum aktivitas pemeliharaan yang lainnya. “Kalau bisa, pada pesawat itu juga dilakukan desinfeksi ulang sebelum diserahkan ke konsumen untuk meyakinkan bahwa pesawat yang diserahkan itu sudah tak ada kuman. Ini satu upaya yang memang sesuai prosedur, sehingga terjamin secara prosedural.”

Tazar pun menanggapi, “Ke depan, kami bahkan akan melakukan tindakan persuasif dengan meminta customer melakukan desinfeksi di negara setempat sebelum pesawatnya dirawat di GMF. Beberapa customer menanggapi positif hal ini.”

Foto: Reni