Fri. Apr 10th, 2020

Cegah Pesawat Asing Mendarat, Polisi Blokade Landas Pacu Pakai Mobil

Kepolisian Kota Guayaquil, Ekuador, memblokade landas pacu Bandara Internasional Jose Joaquin de Olmedo menggunakan mobil dinas untuk menghalau pesawat maskapai Eropa mendarat. Sumber gambar: Twitter.

                                   

Mencegah agar pesawat maskapai asing tak mendarat, pihak Kepolisian di Ekuador memblokade landas pacu bandara menggunakan mobil patroli, Rabu (18/3/2020). Penerbangan komersil internasional dilarang di negara ini untuk mencegah pandemik virus Corona (Covid-19).

Dalam tayangan sebuah video yang viral di media sosial, terpampang puluhan kendaaan dinas petugas darurat diparkir di tengah landas pacu Bandara Internasional Jose Joaquin de Olmedo.

Wali Kota Guayaquil, Cynthia Viteri dilaporkan yang memberi perintah kepada pihak Kepolisian untuk memblokade kedatangan pesawat komersil maskapai asing, terutama yang berasal dari Eropa.

Dikutip dari Daily Mail, Jum’at (20/3/2020), akibat aksi blokade ini, pesawat Airbus A340 maskapai Iberia dari Madrid, Spanyol dan Boeing 777 KLM dari Amsterdam, Belanda tak bisa mendarat.

Baca Juga:

Kemenlu Larang Pendatang dari 10 Negara, Kemenhub: Larangan Terbangnya Cuma Cina

Garuda Tegaskan Rute ke/dari Australia dan Belanda Tetap Beroperasi

Media lokal melaporkan, pesawat-pesawat itu akhirnya mendarat di bandara Ibu Kota Quito. Rupanya, kedua pesawat tersebut tidak mengangkut penumpang, melainkan hanya pilot dan kru kabin.

Dua pesawat itu dikirim ke Ekuador untuk menjemput pulang warga Spanyol dan Belanda. KLM dilaporkan membawa 170 penumpang di Quito.

Sementara itu, jaksa penuntut Ekuador dilaporkan sedang menyelidiki pemblokadean ini karena dinilai membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum Ekuador mengecam Wali Kota Guayaquil.

Viteri mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Dia menegaskan tak kapok dan akan melakukannya lagi demi melindungi kotanya dari orang-orang yang mungkin terinfeksi Covid-19.

Dia mengatakan Guyauquil menerapkan pembatasan ketat karena kota itu merupakan salah satu yang paling parah terkena dampak. Sejauh ini Ekuador melaporkan 168 kasus Covid-19, yang tiga di antaranya meninggal.