Fri. Jun 5th, 2020

Cegah Covid-19, Kemenhub Terbitkan Regulasi Pengendalian Transportasi

AP 2 memberlakukan jalur khusus bagi penumpang pesawat dari Cina, Korea Selatan, Iran dan Italia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sumber gambar: AP 2.

                                   

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi. Regulasi ini dikeluarkan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut agar tidak semakin meluas.

“Permenhub tersebut telah ditetapkan oleh Menhub Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan pada 9 April 2020,” tutur juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati di Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Adita menjelaskan, secara garis besar, peraturan tersebut mengatur tiga hal. Yakni pengendalian transportasi untuk seluruh wilayah, pengendalian transportasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan pengendalian transportasi untuk kegiatan mudik tahun 2020.

Permenhub ini dibuat berdasarkan kondisi riil saat ini di Tanah Air. Namun Pemerintah akan memperhatikan dinamika yang berkembang dan tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan penyesuaian.

“Peraturan tersebut berlaku untuk transportasi penumpang (kendaraan umum dan pribadi) serta transportasi barang/logistik, yang mengatur hal-hal yang harus dilakukan, mulai pada saat persiapan perjalanan, selama perjalanan, dan saat sampai tujuan atau kedatangan,” jelas Adita.

Baca Juga:

Catat! Ini Jam Operasional Baru di 12 Bandara Angkasa Pura II

Maskapai Kandangkan Pesawat, Bandara Bali dan Makassar Tak Ada Tempat Parkir

Adita menambahkan, peraturan ini ditujukan baik untuk penumpang kendaraan umum dan pribadi, operator sarana dan prasarana transportasi baik di transporasi darat, kereta api, laut dan udara.

“Inti dari aturan ini adalah untuk melakukan pengendalian transportasi dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, dengan tetap memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi khususnya bagi yang tidak bisa melakukan kerja dari rumah dan untuk pemenuhan kebutuhan logistik rumah tangga,” terang Adita.

Salah satu aturan yang ada dalam Permenhub tersebut, yaitu pengendalian transportasi pada wilayah yang telah ditetapkan sebagai PSBB seperti Jakarta. Di provinsi ini, sepeda motor baik yang digunakan untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan masyarakat (ojek), dalam hal tertentu dapat mengangkut penumpang dengan syarat-syarat yang ketat sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Untuk sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan seperti; dilakukan untuk aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB, melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut sebelum dan setelah selesai digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan, dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit,” tandasnya.