Cegah Covid-19, Kemenhub Terapkan Mekanisme Khusus di Angkutan Udara

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan mekanisme khusus pada subsektor transportasi udara menyusul telah ditetapkannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pemerintah juga tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah terjangkit dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, salah satunya dengan pembatasan moda transportasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto menjelaskan bahwa transportasi udara akan menerapkan mekanisme khusus untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui aktivitas penerbangan, menindaklanjuti Peraturan Menteri tersebut.

“Untuk transportasi udara, kami akan memastikan bahwa penerbangan akan selalu comply terhadap seluruh protokol kesehatan yang berlaku. Di bandara maupun di pesawat, kami akan menerapkan protokol khusus penanganan Covid-19. Pada penerbangan penumpang dan kargo juga terdapat protokol khusus,” ujar Novie, Selasa (14/4/2020).

Baca Juga:

Beda Alasan Luhut dengan Kemenhub Soal Tarif Tiket Pesawat Bakal Naik 2x Lipat

Angin Segar, Kemenhub Usul Stimulus Biaya Parkir Pesawat

Pihaknya juga berupaya memastikan akan memberlakukan penjarakan fisik penumpang, baik saat di pesawat maupun di bandara.

Selain itu, seluruh bandara di Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan dengan menempatkan cairan pembersih tangan di tempat-tempat strategis, memastikan kesehatan para personil yang bertugas, dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh.

“Pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50% dari jumlah kapasitas tempat duduk dengan penerapan jaga penjarakan fisik juga akan di terapkan bila suatu wilayah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dan tentu akan ada penyesuaian kembali terkait dengan Tarif Batas Atas, aturan tersebut akan segera dilakukan finalisasi,” imbuh Novie.

Penerbangan akan beroperasional penuh saat ini, untuk pengangkutan logistik seperti untuk kebutuhan bahan pokok pangan, zat infeksius, serta pasokan medis.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah, penyelenggara bandara dan juga operator penerbangan untuk melakukan langkah langkah terbaik untuk mendukung pencegahan Covid-19,” tandasnya.