Catat! 3 Kriteria Ini yang Boleh Jadi Calon Penumpang Pesawat

Read Time:2 Minute

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran No. 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam surat tersebut prosedur penerbangan di masa pandemi Covid-19 membagi calon penumpang berdasarkan tiga kriteria. Dikutip dari keterangan tertulis Lion Air Group yang dirilis 31 Mei 2020, tiga kriteria beserta masing-masing persyaratannya sebagai berikut:

Orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta:

  • Menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara, TNI, Polri yang minimal ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II;
  • Menunjukkan surat tugas bagi pegawai BUMN/ BUMD, lembaga non-pemerintah, dan lembaga usaha yang ditandatangani oleh direksi/ kepala kantor;
  • Menunjukkan surat keterangan uji Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan Rapid Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan;
  • Surat keterangan bebas gejala seperti influensa yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit atau Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/ Rapid Test;
  • Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh Lurah/ Kepala Desa setempat;
  • Menunjukkan kartu identitas diri seperti KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah;
  • Melaporkan rencana perjalanan; meliputi jadwal keberangkatan, jadwal pada saat berada di daerah penugasan, serta rencana kepulangan.

Baca Juga:

Terbang dengan Lion Air Group, Penumpang Wajib Patuhi Persyaratan Ini

Mulai Operasi Lagi, Citilink Imbau Calon Penumpang Lengkapi Dokumen Perjalanan

Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau orang yang keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia:

  • Menunjukkan kartu identitas diri seperti KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah;
  • Menunjukkan surat keterangan kematian sesuai ketentuan yang berlaku;
  • Menunjukkan surat keterangan rujukan Rumah Sakit untuk pasien atau orang sakit keras;
  • Surat keterangan uji RT-PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan Rapid Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan bagi keluarga yang mendampingi pasien atau jenazah; atau
  • Surat keterangan bebas gejala seperti influensa yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit atau Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/ Rapid Test.

Repatriasi WNI yang dari luar negeri pemerintah sampai ke daerah asal:

  • Menunjukkan kartu identitas diri seperti KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah;
  • Menunjukkan surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) atau surat keterangan dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri bagi Pekerja Migran indonesia.
  • Surat keterangan dari Universitas atau Sekolah bagi mahasiswa dan pelajar.
  • Surat keterangan uji RT-PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan Rapid Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan;
  • Memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku tentang repatriasi Pekerja Migran indonesia (PMI), WNI dan pelajar/ mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan dengan alasan khusus oleh Pemerintah.