Wed. Jun 3rd, 2020

Carter A330-300 AirAsia X Malaysia, 334 WNI Dipulangkan dari Dubai

Armada pesawat Airbus A330-300 milik AirAsia X Malaysia bernomor registrasi 9M-XXJ. Sumber gambar: AirAsia.

                                   

Dengan mencarter pesawat milik maskapai negara tetangga, sebanyak 334 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Uni Emirat Arab telah tiba di Tanah Air. Penerbangan tersebut mengoperasional armada Airbus A330-300 AirAsia X Malaysia bernomor registrasi 9M-XXJ.

Mereka diterbangkan dari Bandara Internasional Dubai pada hari Rabu, 8 April 2020 pukul 11:00 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (9/4/2020) dini hari sekitar pukul 01:06 WIT. Sebelum mendarat di Bali, terlebih dahulu pesawat singgah di Kuala Lumpur selama 1 jam untuk mengisi bahan bakar.

“Sesuai arahan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai, seluruh WNI yang dipulangkan telah memiliki sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh institusi kesehatan setempat dan telah melalui prosedur pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum memasuki pesawat,” terang maskapai dalam keterangan tertulis, Kamis sore.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan dan dukungan dari AirAsia yang telah membantu menyediakan layanan penerbangan khusus untuk repatriasi para pekerja migran Indonesia di Dubai,” ungkap Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai, Ridwan Hassan.

Baca Juga:

Putar Otak Cari Pendapatan, Citilink Ubah Pesawat Penumpang Armada Kargo

Thai Lion Air Evakuasi 111 WN Thailand dari Jakarta

Ridwan menjelaskan, para WNI tersebut yang sebelumnya sempat tertahan di Dubai akibat penghentian seluruh penerbangan internasional. “Kini dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” imbuhnya.

Mewakili Grup AirAsia, Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga mengatakan bahwa bampak pandemi global ini tentunya dirasakan oleh siapa pun dan di mana pun.

“Keterlibatan AirAsia dalam pemulangan WNI kali ini menegaskan komitmen kami untuk menyediakan layanan penerbangan khusus untuk misi kemanusiaan. Terlebih lagi, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, kami terbuka untuk terus membantu siapa saja yang terdampak, mulai dari pemerintah, perusahaan, organisasi hingga perorangan, untuk melalui situasi yang penuh tantangan ini bersama-sama,” ujarnya.

Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, seluruh WNI juga melalui serangkaian prosedur pengecekan kesehatan, termasuk rapid test yang dikoordinir oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar.