Tue. Feb 25th, 2020

Bus Wisata di Taman Mini Disidak, Hampir Semua Langgar Aturan

                                   

Beberapa bus pariwisata di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta diperiksa tim dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, juga Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Pemeriksaan mendadak (sidak) ini dilakukan sebagai tindak lanjut agar kecelakaan bus pariwisata di Pagar Alam, juga di Subang pada 18 Januari 2020, tidak terulang lagi.

“Dari pemeriksaan ini kami bisa temukan banyak sekali yang melanggar dan ternyata yang beroperasi itu tak sesuai aturan. Kebanyakan soal administrasi; perizinan, seperti pura-pura salah bawa KP (kartu pengawasan) padahal mungkin gak ada karena ketika dicek, bus itu sama sekali tak memilki izin (sebagai bus wisata),” papar Ahmad Yani, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ketika sidak bus wisata di lapangan parkir TMII, Selasa (21/1/2020).

Yani menambahkan, dari hal tersebut pihaknya mendapat gambaran bahwa penyedia jasa bus wisata belum sadar pentingnya tertib administrasi. “Bukan masalah administrasi atau perizinan; ini nomor sekian. Namun kami jadi tahu seberapa besar awareness atau kepedulian pada safety. Dari sana, ujungnya kan safety; keselamatan.”

Maka ia pun mengimbau pada jajarannya, termasuk Dishub dan BPTJ, agar sesering mungkin melakukan pemeriksaan seperti itu. “Kita siapkan langkah action plan secara rutin supaya mereka itu comply pada aturan demi keselamatan,” ujar Yani.

Aksi tersebut akan dilaksanakan di tempat-tempat wisata dan perusahaan otobus (PO). Pemeriksaan dilakukan bukan hanya soal perizinan, tapi pemeliharaan kendaraan sampai sistem manajemen keselamatan (SMK). Termasuk juga penyediaan instruktur agar bisa memberi pelatihan sendiri bagi para pengemudinya dan pelatihan tata cara pengereman yang benar.

Beberapa bus pariwisata yang diperiksa, kooperatif dengan tim dari Kementerian Perhubungan. Yani pun sempat memberi pemahaman kepada salah seorang ketua rombongan wisata yang membawa anak-anak TK dengan bus Anugerah Gusti agar memeriksa bus yang akan dikendarai rombongan.

“Bukan hanya lihat fisiknya saja yang bagus, tapi lihat surat-surat izinnya. Lebih baik lagi kalau tahu tentang kondisi kendaraannya,” tutur Yani. Untuk memberi pemahaman itu, pihaknya pun akan membuat fitur yang bisa diakses pengguna bagaimana kondisi bus yang akan digunakan mereka.

Selain bus Anugerah Gusti, beberapa bus wisata Bigbird juga diperiksa. Kondisi kendaraan bus-bus itu mengacu pada buku Kir, kata Yani, semuanya baik dan bagus. Namun kecelakaan memang terjadi karena beberapa faktor, seperti kondisi jalan, pengemudi, dan cuaca.

“Kalau kondisi kendaraan sudah bagus, satu faktor sudah berkurang. Maka penting bagi perusahaan untuk terus melakukan pemeliharaan kendaraan dengan baik, seperti kapan ganti oli mesin, oli rem,” ucap Yani.

Aksi pemeriksaan pun kemudian berlanjut ke PO Wisata Gardoe Media Pro di Jakarta Timur. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat fisik kendaraan yang siap dioperasikan, juga kelengkapan administraai dan perizinannya.

“Kendaraannya baik dan administrasinya sesuai aturan,” ujar Yani.