Bukan Lion Air, Pesawat Meledak di Bandara Ninoy Aquino milik Lionair Inc

Dunia aviasi Ahad (29/3/2020) malam digegerkan dengan kabar duka. Sebuah pesawat dikabarkan terbakar dan meledak di landas pacu 24 Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA), Manila, Filipina sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Sempat terjadi salah kaprah terkait kepemilikan armada pesawat tersebut dan nama Lion Air, perusahaan maskapai penerbangan Indonesia pun menjadi viral. Padahal, pesawat tersebut merupakan milik Lionair Inc, perusahaan maskapai penerbangan carter asal Filipina.

Mengetahui kabar tersebut, pihak Grup Lion Air pada malam itu langsung memberikan klarifikasi. Diungkapkan dalam pernyataan resminya Ahad malam bahwa pesawat tersebut bukan milik mereka.

Grup Lion Air menjelaskan bahwa merekan sampai saat ini tidak beroperasi, baik secara berjadwal atau carter di Filipina. Grup Lion Air juga tidak memiliki perusahaan penerbangan di Filipina.

Komunikasi Strategis Perusahaan Grup Lion Air, Danang Mandala Prihantoro memaparkan, grup maskapai penerbangan besutan Rusdi Kirana ini hanya mengoperasikan perusahaan penerbangan untuk layanan penumpang berjadwal, yang terdiri dari:
1.       Lion Air (JT) berbasis di Indonesia
2.       Wings Air (IW) berbasis di Indonesia
3.       Batik Air (ID) berbasis di Indonesia
4.       Malindo Air (OD) berbasis di Malaysia
5.       Thai Lion Air (SL) berbasis di Thailand

Baca Juga:

18 Tahun Beroperasi di Adisutjipto, Semua Layanan Lion Air di Yogyakarta Pindah Ke YIA Hari Ini

Grup Lion Air Setop Sementara Penerbangan Domestik dari dan ke Papua

Sebelumnya dikabarkan pesawat berjenis IAI 1124A Westwind II dengan nomor registrasi RP-C5880 yang akan menuju Tokyo, Jepang, mengalami kecelakaan fatal di NAIA. Ketua Palang Merah Filipina (RRC), Richard Gordon membenarkan kabar ini melalui Twitter.

Gordon mengatakan, tim PKP-PK dan medis langsung dikirim untuk menangani insiden tersebut.

“Tim pemadam kebakaran dan medis kami sudah dikirim ke Terminal 2 NAIA untuk menanggapi insiden kecelakaan pesawat yang melibatkan Lionair Flight RP-C5880,” kata Gordon, seperti dikutip Sun Star, Ahad malam.

Dia menjelaskan, pesawat itu membawa delapan penumpang, terdiri dari seorang petugas medis penerbangan, seorang perawat, seorang dokter, pilot beserta dua awak pesawat, satu pasien asal Kanada dan rekannya berkewarganegaraan Amerika Serikat. “Pesawat terbakar dan meledak saat lepas landas di landasan pacu 24 NAIA,” urainya.

Pesawat ini dioperasikan Lionair Inc dan digunakan sebagai ambulans udara oleh departemen kesehatan Filipina untuk penanganan wabah virus corona (Covid-19).

Pihak Otoritas Bandara Internasional Manila (MIAA) menyebutkan bahwa tak ada orang yang selamat dalam insiden maut tersebut. Dijelaskan bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.02 waktu setempat.

Lionair Inc sendiri merupakan perusahaan pelayanan jasa sewa helikopter dan pesawat di Filipina. Jasa yang ditawarkan mulai dari penerbangan penumpang eksekutif, kargo hingga ambulan udara.

Perusahaan ini memiliki sejumlah armada dengan jenis yang berbeda. Untuk armada pesawat sayap tetap terdiri dari Cessna Citation 500, Westwind I, Westwind II, Kingair B200, dan LET410 UVP. Sementara armada sayap putar atau helikopter yang dimiliki adalah Robinson R44 Raven I dan Raven II.