BTS Teman Bus di Medan dan Bandung Bakal Dapat Pinjaman Bank Dunia Rp3,2Triliun

Program Buy The Service (BTS) Teman Bus dari Kementerian Perhubungan bakal terus berlanjut. Bahkan pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023, pinjaman dari Bank Dunia senilai Rp3,2triliun untuk BTS di Medan dan Bandung akan cair.

Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi pada kegiatan bincang santai bersama Forum Wartawan Kementerian Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Selasa (31/5/2022). Kegiatan itu juga sekaligus ajang temu terakhir dengannya sebagai Dirjen Perhubungan Darat karena hari ini (1/6/2022) ia resmi pensiun dan melepas jabatannya.

“Saya sudah diskusi dengan pak Menhub (Menteri Perhubungan); mungkin saya masih tetap ada di Kementerian Pehubungan, tapi porsi saya bukan sebagai Dirjen Perhubungan Darat. Jangan sampai persoalan-persoalan yang sudah kita kawal, terutama Buy The Service dengan dana dari Bank Dunia itu, meleset, ” ujar Budi.

Menurut dia, tahun 2023 BTS di Medan dan Bandung akan mendapatkan bantuan dari Bank Dunia. “Loan sebesar 3,2triliun rupiah, kalau gak salah, akan kita siapkan untuk Medan dan Bandung agar seperti Jakarta,” ungkapnya.

Dana pinjaman tersebut untuk pembelian kendaraan dan operasionalnya, juga penyiapan tempat parkir atau pool serta infrastruktur lainnya. “Dengan  anggaran yang besar itu,  mudah-mudahan awal tahun 2023 sudah bisa konstruksi. Kemudian kendaraannya kita siapkan sekitar 900-an unit,  termasuk kendaraan listrik,” tutur Budi.

Disampaikannya bahwa tahun 2022 sudah ada kontrak untuk pengadaan sekitar 30 bus listrik, yang akan digunakan untuk kepentingan perhelatan G20. Setelah G20 usai, bus-bus listrik tersebut akan digunakan untuk BTS di Bandung dan Surabaya.

Program BTS Teman Bus mulai dilaksanakan tahun 2020 di lima kota, yakni Palembang, Solo, Yogyakarta, Denpasar, dan Medan. Tahun 2021, program berlanjut dengan menambah lima kota lainnya, yakni Banyumas, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Banjarmasin.

Dalam dua tahun itu, anggaran BTS sekitar Rp450miliar. Sementara tahun 2022, anggarannya Rp50miliar, yang digunakan untuk persiapan infrastruktur serta kendaraan dan operatornya.

“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada para pejabat di kota-kota tersebut: dengan gubernur, bupati, walikota, seperti di Bandung Raya dan Medan. Intinya, mereka mendukung semuanya,” ucap Budi.

Dalam dua tahun itu, menurut Budi, penerapan BTS di Solo yang cukup sukses. “Load factor-nya cukup besar dan operasionalnya lancar,” katanya. Sementara di Bandung, yang baru berjalan belum setahun, masih perlu dibenahi, seperti jalan-jalannya perlu dibangun lagi.

Sistem BTS adalah sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum. Dengan demikian, kualitas pelayanan angkutan umum, khususnya angkutan perkotaan, dapat ditingkatkan dan nyaman bagi masyarakat.

Ujungnya, masyarakat bisa mengurangi menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum. Hal ini akan mereduksi kemacetan, kebisingan, dan kerugian ekonomi, serta bisa efisiensi waktu.