BPPD Badung Ingin Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Bali-India

A330-300

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, Provinsi Bali menginginkan maskapai penerbangan Tanah Air, khususnya Garuda Indonesia untuk membuka penerbangan langsung rute Bali-India. Keinginan ini diusulkan sebagai salah satu upaya untuk pemulihan kondisi pariwisata yang terdampak penyebaran wabah COVID-19.

“India adalah pasar yang sangat amat potensial. Memiliki 1,3 miliar penduduk dan pertumbuhan ekonominya juga cukup stabil. Kami mendorong Garuda Indonesia kembali membuka penerbangan langsung Bali-India karena kelemahan kita adalah transportasi dan konektivitas kedua negara,” tutur Wakil Ketua BPPD Badung, I Made Ramia Adnyana di Mangupura, Ahad (16/2/2020).

Dikutip dari Republika Online (17/2/2020), Ramia menyebutkan bahwa pada tahun 2020 wisatawan mancanegara asal India yang datang ke Badung ditargetkan mencapai 600 ribu orang. Jumlah itu meningkat dari capaian tahun sebelumnya, yakni sekitar 377 ribu kunjungan.

Untuk mencapai target tersebut, ia kembali menegaskan bahwa penerbangan langsung Bali-India sangat perlu ditingkatkan. Ramia memandang, sebenarnya ada permintaan konektivitas kedua wilayah yang cukup besar.

Baca Juga:

Virus Corona, Rute Cina dan Singapura Turun 30 Persen

Slot Kosong Karena Virus Corona, Bandara Ngurah Rai Jadi Sasaran

Aviasi Cina Terpuruk Virus Corona, Pemerintah Ingin Maskapai Nasional Serap Pasar Cina

“Saat kami melakukan Sales Mission di India pada awal 2020 lalu, kami menerima keluhan masyarakat India bahwa tidak ada konektivitas dari kota-kota di India ke Pulau Bali. Pariwisata intinya aksesibilitas, kalau konektivitas tidak ada bagaimana mereka bisa datang ke Indonesia,” cetus Ramia.

Dikatakan dia, pihaknya sangat mendorong Garuda Indonesia kembali membuka penerbangan langsung rute Bali-India. Alasannya, karena Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan pelat merah.

“Di negara lain, seperti Singapore Airlines ada konektivitas ke seluruh dunia. Sebagai national carrier, kami berharap ke Garuda Indonesia. Maskapai lain bisa eksis, India ini merupakan pasar yang sangat potensial,” ungkapnya.