BIJB Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Jawa Barat

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati akan memaksimalkan perannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Jawa Barat.

Menyusul mulai ditatanya rute penerbangan di dari Bandara Internasional Husein Sastaranegara, Bandung ke Kertajati, Ditjen Perhubungan Udara pun menetapkan peran strategis tersebut sebagai konklusi dalam Focus Group Discussion (FGD) di Bandung, Sabtu (22/6/2019).

Berdasarkan data yang paparkan Direktur Bandar Udara, Pramintohadi Sukarno dalam FGD tersebut, pertumbuhan lalu lintas udara di Jawa Barat sudah tidak terakomodasi oleh Bandara Husein Sastranegara.

“Sepanjang 2016-2018, jumlah penumpang tumbuh 6% menjadi 3,86 juta pax. Kargo tumbuh 40% jadi 19,21 juta kilogram, dan lalu lintas pesawat tumbuh 11% jadi 31.865 pergerakan pesawat. Jadi mau tidak mau harus pindah karena Bandara Husein sudah maksimal dikembangkan,” jelas Pramintohadi.

Sementara itu, Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, AP II sebagai pengelola BIJB telah siap melayani perpindahan penerbangan maskapai jet domestik dari Bandung ke Kertajati, Majalengka.

“Sesuai rencana, perpindahan 56 penerbangan yang meliputi 13 rute domestik ke Bandara Internasional Jawa Barat tersebut akan dimulai pada 1 Juli 2019 mendatang dan kami telah siap memfasilitasinya,” ujar Awaludin.

Berbagai akses penunjang di Kertajati juga disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini telah ada 19 operator bus dengan 167 armada angkutan umum yang siap melayani transportasi darat dari dan menuju BIJB. Rute-rutenya antara lain menuju Bandung, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Cikarang, Indramayu, Purwakarta, dan Sumedang.

Begitu pula dengan akses tol Cisumdawu sebagai salah satu akses penunjang utama Bandara Kertajati semakin ditingkatkan proses pengerjaannya.

Di lain tempat, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti optimis Bandara Kertajati akan mendorong pengembangan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Majalengka dan sekitarnya.

“Kami optimistis Bandara Kertajati ini akan menjadi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah-daerah di Jawa Barat secara keseluruhan terutama wilayah Majalengka dan sekitarnya,” kata Polana.