Wed. Sep 18th, 2019

Benny Rustanto: Kepakan Sayap Citilink ke Frankfurt dan Kejutan Ancillary Revenue

Ancillary revenue atau pendapatan tambahan terus diupayakan Citilink Indonesia. Tahun 2019, targetnya bisa memperoleh ancillary revenue 54 juta-60 juta dollar AS.

Apa saja yang diupayakan Citilink untuk menambah pundi-pundi pendapatannya, selain dari menerbangkan penumpang? Di sisi lain, ke mana saja ekspansi penerbangannya untuk rute internasional, yang juga sedang dikepak sayapnya?

Direktur Niaga Citilink Indonesia, Benny Rustanto menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan, usai peluncuran boarding pass baru Citilink Indonesia di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Apa saja yang menjadi ancillary revenue Citilink?
– Dari boarding pass baru ini, salah satunya. Pendapatan ini secara ancillary revenue 15-20 persen dari pedapatan penumpang. Pendapatan kita itu 46 persen dari penumpang. Sejatinya untuk low cost carrier, pendapatan dari non-penumpang harus bisa mengimbangi pendapatan dari penumpang. Ini yang harus kita kejar.

Dari mana ancillary revenue yang paling besar?
– Dari angkutan kargo masih nomor satu; sekitar 15 persen. Terus dari pendapatan iklan. Kita baru redesign “linkers”, majalah di pesawat kita, menjadi lebih atraktif. Kita juga sudah meluncurkan dining experiences, dan sekarang boarding pass. Nanti ada kejutan baru lagi untuk ancillary revenue.

Boarding pass baru yang mulai diberlakukan 5 Oktober 2019 itu, apa menambah biaya?
– Justru dengan boarding pass yang baru ini kita memberikan feel yang baru untuk pelanggan, khususnya. Penumpang kita sekarang sudah menuju 15 juta orang. Targetnya sampai akhir tahun ini 17 juta penumpang. Inovasi boarding pass ini untuk komunikasi mitra bisnis dengan penumpang. Ada visual dan QR code-nya. Ini sebagai media iklan mitra bisnis kita. Jadi seluruh biaya ditanggung mitra bisnis.

Sekarang kan sudah paperless?
– Berdasarkan aturan di bandara kita, boarding pass yang dicetak tetap diberlakukan. Sebagai digital airline, kita juga ada yang disebut e-boarding pass, tapi ketika check in harus print juga kan, untuk data sekuriti sesuai regulasi pemerintah.

Bagaimana cara penumpang agar dapat kejutan dari boarding pass?
– Prosesnya, penumpang menerima boarding pass dari konter check in. Nanti diberitahu bahwa ada elemen surprise di dalam boarding pass masing-masing dengan mengajak untuk scan barcode di sisi sebaliknya dari boarding pass itu. Kita bisa scan sambil jalan ke boarding lounge, sambil makan minum. Kemudian kru akan annuouncement di dalam pesawat, siapa-siapa saja yang mendapat kejutan itu.

Kabarnya Citilink akan memperbanyak rute internasional?
– Rute domestik ataupun rute internasional akan kita jaga. Saat ini ekspansi kita memang lebih ke regional dan internasional. Kita akan launching rute Denpasar-Perth (Australia) dan ada rute-rute baru lainnya. In syaa Allah kalau tidak ada kendala sekitar Oktober (2019) untuk Denpasar-Perth. Ini tidak lepas dari komitmen kita kepada pemerintah untuk meningkatkan pariwisata.

Apa saja rute internasional yang sudah diterbangi?
– Denpasar-Kunming (China), ke Kuala Lumpur dari Surabaya, Jakarta, dan Banyuwangi. Juga dari Jakarta ke Penang (Malaysia), Dili (Timor Leste), dan Pnom Penh (Kamboja).

Bagaimana dengan terbang ke Frankfurt?
– Ini bocor, tentunya. Statement awal akan hadir pesawat Airbus A330-900neo, yang rencananya dalam satu-dua bulan ini datang. Skedulnya ada dua pesawat yang akan hadir. Komitmen kita untuk selalu terbang makin jauh. Kita akan mengepakkan sayap dengan goal yang lebih jauh lagi; untuk meraih pasar Frankfurt (Jerman), Australia, Jepang, Korea.

Sekarang ini, berapa pendapatan dari rute internasional?
– Masih kecil dibandingkan rute domestik; hanya sekitar 3 persen. Targetnya, keseimbangan pendapatan dari domestik dan internaional atau regional. Tahun 2023, pendapatan dari internasional bisa mencapai 20 persen.

Baca ini juga ya!        

1 thought on “Benny Rustanto: Kepakan Sayap Citilink ke Frankfurt dan Kejutan Ancillary Revenue

  1. Alhamdulillah.. semoga komepetitif Dan nyaman di kantong mahasiswa indo di Germany

Comments are closed.