Sat. Nov 16th, 2019

Belum Lama Dibuka, TransNusa Tutup Dua Rute Penerbangan

Armada pesawat ATR 72-600 maskapai TransNusa. Sumber gambar: TransNusa.

TransNusa mengumumkan penutupan dua rute penerbangannya yang dilayani dari Bandara Sultan Bantilan Tolitoli, Sulawesi Tengah menuju Makassar dan Palu. Penutupan rute yang dilayani dengan armada ATR 72-600 itu efektif diberlakukan mulai awal November 2019.

“Terhitung mulai 1 November 2019, manajemen marketing kami menutup rute penerbangan dari Tolitoli ke Palu maupun Tolitoli ke Makassar via Palu,” tutur Perwakilan TransNusa di Bandara Sultan Bantilan Tolitoli, Putra, Selasa (5/11/2019).

Menurutnya, tingkat keterisian penumpang sangat potensial pada rute Tolitoli-Palu, dengan rata-rata mencapai 40 hingga 50 persen. Dia mengatakan, dirinya belum mengetahui apa alasan pihak manajemen marketing menutup rute penerbangan yang baru lima bulan beroperasi di daerah ini.

“Kami hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh manajemen terkait penutupan rute penerbangan, dan yang pastinya penutupan tersebut keputusan dari manajemen,” tegasnya.

Putra menjelaskan, selama lima bulan melakukan operasionalnya di Bandara Sultan Bantilan Tolitoli, pihaknya memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumennya. Mulai dari diskon bagasi, pembagian konsumsi bagi penumpang selama penerbangan, serta pelayanan yang sangat memuaskan dari para awak kabin.

Salah satu pengguna penumpang TransNusa, Ruslan mengatakan, dirinya sangat menyayangkan keputusan maskapai menutup kedua rute tersebut. Menurutnya, padahal transportasi yang kerap sudah menjadi langganannya itu sangat diminati. Apalagi dengan berbagai pelayanan terbaiknya yang diberikan kepada penumpang.

“Jujur saya sangat kecewa dan menyayangkan dengan penutupan kedua rute itu. Kalau saya ke Makassar tumpangi TransNusa cukup saya tunggu di pesawat saja, capek juga kalau pindah pesawat dan pindah bagasi lagi,” beber Ruslan.

Ia berharap pihak manajemen TransNusa dapat memikirkan ulang untuk membuka kembali kedua rute tersebut, karena pengguna transportasi udara di daerah ini masih sangat potensial.

Baca ini juga ya!