Beda Alasan Luhut dengan Kemenhub Soal Tarif Tiket Pesawat Bakal Naik 2x Lipat

Menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menaikkan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) tiket pesawat. Rencana kebijakan ini digadang bakal membuat harga tarif tiket pesawat naik dua kali lipat.

Menanggapi rencana kebijakan tersebut, Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa langkah tersebut diambil lantaran pemerintah tidak menginginkan masyarakat yang khususnya berada di DKI Jakarta tidak melakukan perjalanan keluar.

“Kalau (soal tarif) tiket pesawat (naik 2x lipat), memang kita tidak mau orang keluar dari Jakarta. Kita naikin saja (tarif tiketnya), karena harus jaga jarak (physical distancing antarindividu). Itu kira-kira tujuannya,” tutur Luhut saat menggelar konferensi video, Selasa (14/4/2020) malam.

Luhut menekankan bahwa bakal naiknya tarif tiket penerbangan bukan karena menaikan biaya operasional. “Jadi bukan menaikan cost (operational) pesawat itu,” imbuhnya.

Baca Juga:

PSBB Berlaku, Tarif Tiket Pesawat Naik Dua Kali Lipat

Tarif Tiket Bakal Naik 2 Kali Lipat, Maskapai: Sangat Dinanti!

Sebelumnya, dijelaskan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, revisi tarif batas tiket pesawat berdasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang diterbitkan 9 April lalu.

Pada Pasal 14 regulasi baru tersebut disebutkan bahwa jumlah penumpang selama PSBB akan dibatasi paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat duduk.

Merujuk pada aturan itu, Novie mengatakan bahwa TBA pesawat penumpang niaga terjadwal berpotensi naik hingga dua kali lipat dari harga yang berlaku saat ini.

“Kami menghitung seolah-olah satu penumpang menjadi (membayar) dua tiket. Jadi (kenaikan tarif) hampir dua kali lipat,” sebutnya di Jakarta, Ahad (12/4/2020).

Novie menargetkan dalam waktu dekat revisi bisa disetujui menteri, sehingga maskapai dapat langsung mengimplementasikan perubahan harga tiket pesawat.

Dikutip Bisnis.com, (13/4/2020), Novie berharap peraturan ini dapat menjadi stimulus bagi maskapai yang harus membatasi kapsitas angkut penumpang.

Novie memperkirakan perubahan harga dari maskapai baru akan terjadi tiga hari setelah revisi TBA dan TBB tandatangani.