Wed. Nov 20th, 2019

Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pilot Project SPKLU

Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. Sumber gambar: Ery.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Angkasa Pura II (AP II) dan PLN terkait kerja sama percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai pada Rabu (16/10/2019) kemarin, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dijadikan sebagai pilot project infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, MoU ini semakin menegaskan komitmen AP II dalam mendukung penggunaan dan pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air.

“Angkasa Pura II sangat mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang juga sudah ditetapkan pemerintah melalui diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019,” tutur Awaluddin.

Dia berharap, Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi pilot project pada program pengembangan kendaraan listrik ini akan mampu menjadi contoh bagi bandara-bandara lain dan infrastruktur pelayanan publik lainnya.

Awaluddin mengatakan pihaknya bersama PLN akan segera membahas lebih detail terkait rencana kerja sama ini.

“Setelah MoU ini maka Angkasa Pura II dan PLN antara lain akan memetakan kebutuhan kendaraan bermotor listrik serta kebutuhan tempat pengisian baterai mobil listrik sesuai dengan lokasi bandara. Yang jelas, saat ini di Soekarno-Hatta sudah dioperasikan sejumlah kendaraan bermotor listrik untuk melayani penumpang serta mendukung operasional bandara.”

Dia mengaku sangat yakin pembahasan tersebut akan berjalan lancar, sehingga pembangunan infrastruktur SPKLU segera dapat dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta.

Awaluddin mengatakan, AP II sangat mendorong penggunaan transportasi publik seperti bus dan taksi berbasis listrik sebagai upaya menjadikan Soekarno-Hatta berkonsep eco airport.

Plt. Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani mengatakan pembahasan detail dengan stakeholder yang melakukan penandatanganan MoU hari ini akan dilakukan maksimal dalam waktu 1 bulan.

Penyediaan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik juga dinilai sangat penting untuk mendukung pengembangan industri secara keseluruhan.

“Jangan sampai konsumen sudah membeli mobil listrik tapi kesulitan untuk charging,” ujar Sripeni.

Baca ini juga ya!