Bandara Lombok Tutup Penerbangan Internasional, 63 Jadwal Dibatalkan

Menyusul diberlakukannya kebijakan penutupan penerbangan internasional di Bandara Internasional Lombok (BIL) sejak 21 Maret lalu, tercatat sebanyak 63 jadwal penerbangan telah dibatalkan maskapai hingga Ahad, 5 April 2020.

“Untuk penerbangan tanggal 5 April kemarin ada 63 jadwal yang dibatalkan,” tutur Communication and Legal Manager BIL, Arif Haryanto, seperti dikutip suarantb.com, Senin (6/4/2020).

Arif mengatakan, saat ini BIL hanya terbuka untuk penerbangan rute domestik. Angka penumpang dari pintu kedatangan domestik diakui dia juga ikut menurun.

“Kemarin tanggal 5 April tercatat ada 1.762 penumpang dan 31 penerbangan di LIA,” sebutnya.

Kata dia, jumlah jadwal penerbangan yang dibatalkan cukup signifikan. Jumlah tersebut termasuk dari maskapai AirAsia yang membatalkan seluruh penerbangan mereka hingga 21 April mendatang.

Arif menjelaskan, batalnya puluhan penerbangan tersebut mempertimbangkan situasi dan risiko penyebaran virus Corona (Covid-19) di Tanah Air, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam melakukan mitigasi penyebaran virus tersebut.

Baca Juga:

Semua Penerbangan AirAsia Indonesia Tutup Sementara mulai 1 April

Penumpang Internasional di Bandara AP 1 Anjlok 20,12 Persen

Atas kondisi kahar ini, kata Arif pihak maskapai juga memberikan kemudahan bagi calon penumpangnya yang telah terlanjur membeli tiket.

Dicontohkan Arif, misalnya saja seperti yang dilakukan pihak AirAsia dengan memberikan fleksibilitas pilihan bagi pemilik tiket. Termasuk kesempatan mengubah jadwal tanpa batas dan tanpa biaya tambahan, atau penyediaan akun kredit berupa saldo senilai pembelian yang dapat digunakan untuk pembelian tiket berikutnya selama 365 hari.

Terpisah, Ketua Astindo NTB, Awanadi Aswinabawa menjelaskan bahwa langkah yang diampil oleh maskapai seperti AirAsia memang dapat dimaklumi. Mengingat tingkat kunjungan tamu, termasuk melalui akomodasi pesawat, menurun signifikan hingga persentase 99,99 persen.

“Tamu sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada yang masuk, kita juga tidak berani,” ujar Awan.

Tak hanya maskapai, kata Awan, agen perjalanan juga banyak yang menghentikan sementara layanan mereka dalam mengakomodasi tamu yang ingin berwisata ke Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di sisi lain, Awan mengharapkan agar seluruh pihak saat ini membangun sinergi untuk sama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan mematuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan penjarakkan fisik (physical distancing)”.

“Biar pulih situasinya, kita perlu sama-sama (mengatasi pandemi Covid-19),” tandasnya.