Bandara Kuabang Diresmikan, Diminta Maskapai Terbang Reguler dari Manado

Presiden Joko Widodo kembali meresmikan terminal bandara di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP). Setelah pada 18 Maret 2021 meresmikan Bandara Toraja di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan Bandara Pantar di Alor, Nusa Tenggara Timur, hari ini (24/3/2021) giliran Bandara Kuabang di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Kemarin (23/3/2021), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto mengecek Bandara Kuabang. “Alhamdulillah, persiapan hari ini berjalan baik. Tadi saya cek bandaranya baik sekali, bahkan di luar ekspektasi saya. Bangunannya modern, indah sekali. Terima kasih kepada Pemprov, Pemkab, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan unsur terkait lainnya yang telah bekerja sama dengan baik dalam penyediaan lahan dan kelancaran pembangunan bandara ini,” kata Menhub dalam siaran pers, Rabu (23/3/2021)

Menhub mengungkapkan, saat ini Bandara Kuabang melayani penerbangan carter dan pekan depan akan ada penerbangan komersial Kuabang-Manado (Bandara Sam Ratulangi). “Saya telah meminta pak Dirjen Perhubungan Udara berkoordinasi dengan maskapai untuk mengadakan penerbangan reguler dari Manado ke sini satu kali seminggu,” ujarnya dan diharapkan bisa menjadi dua kali seminggu mulai bulan depan.

Terminal penumpang Bandara Kuabang yang akan diresmikan itu dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp50,82miliar. Luasnya 3.500 meter persegi dengan kapasitas hingga 160.000 penumpang per tahun. Landasan pacu (runway)-nya berdimensi 2400 x 30 meter dengan landasan hubung (taxiway) 100 x 23 meter serta landasan parkir (apron) 157 x 72 meter untuk tiga pesawat jenis ATR 72 dan satu pesawat berbadan sedang (narrow body).

Bandara Kuabang difungsikan sebagai alternatif dari Bandara Sultan Babullah di Ternate, yang lokasinya dekat dengan daerah Sofifi, ibukota Provinsi Maluku Utara. Lokasi Bandara Sultan Babullah yang berdekatan dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono yang sangat aktif, kerap kali mengalami gangguan operasional akibat sering terjadinya letusan. Posisi Bandara Kuabang yang berjarak 85 km dari Sofifi dan tidak terdampak letusan dari kedua gunung tersebut dinilai strategis, sehingga layak dikembangkan.

Bandara Kuabang juga merupakan salah satu pintu masuk untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Halmahera Utara. Di sini ada sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan, yakni Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, pulau-pulau kecil Loloda, dan Pantai Panamboang. Ada pula pertambangan emas di daerah Gosowong, yang dikelola oleh perusahaan pertambangan nasional PT Nusa Halmahera Minerals.

Foto: BKIP Kemenhub