Bandara I Gusti Ngurah Rai Bakal Punya LRT Lho!

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali bakal bisa diakses oleh masyarakat dengan kereta listrik ringan (LRT) ke depannya. Pasalnya, pembangunan infrastruktur dan fasilitas moda transportasi tersebut akan segera dilakukan.

Selasa (21/1/2020) sore, nota kesepahaman (MoU) antara PT Nindya Karya dengan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan Korea Rail Network Authority (KRNA) telah ditandatangani di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta. Rencananya, pembangunan LRT ini yang menghubungkan bandara dengan Terminal Satelit Jineng.

Saat acara penandatanganan, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Ikmal Lukman mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan salah satu tindak lanjut MoU antara BKPM dengan KIND saat kunjungan mereka ke Korea Selatan pada September 2019.

Melalui MoU ini, rencananya pembangunan LRT Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang 4,78 KM akan memakan waktu selama kurang lebih 1,5 – 2 tahun. Dengan nilai investasi sebesar Rp5triliun, LRT ini akan memiliki 4 stasiun di antara terminal satelit Jineng dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Proyek saat ini merupakan langkah awal yang nantinya akan berlanjut dalam pengembangan green city dan juga TOD di daerah seminyak dan Kuta,” ujar Plt. Direktur Utama PT Nindya Karya, Haedar A Karim.

Dengan adanya LRT, masyarakat akan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai semakin terfasilitasi aksesnya. Adanya moda ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara terminal satelit Jineng di Kuta dengan Bandara Ngurah Rai.

Selain itu juga LRT dapat menjadi alternatif moda transportasi menuju bandara yang mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar bandara.