Balitbanghub Siapkan Studi Masterplan Transportasi Udara Nasional 2020-2024

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) membahas Studi Rencana Induk (Masterplan) Transportasi Udara Nasional tahun 2020-2024. Pembahasannya dilakukan dalam bentuk focus group discussion (FGD), yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Sekretaris Balitbanghub Rosita Sinaga mewakili Kepala Balitbanghub mengatakan, pertumbuhan sektor transportasi udara mencerminkan pertumbuhan ekonomi secara langsung. Maka sektor ini memiliki peran yang penting dan strategis, baik secara makro maupun mikro.

“Transportasi udara merupakan moda transportasi yang dapat melayani angkutan penumpang dan barang dengan waktu yang cepat. Dengan penerbangan juga dapat dilakukan penetrasi hingga wilayah yang tak terjangkau moda lain,” jelas Rosita di Jakarta, Kamis (4/12/2019).

Bentuk sistem transportasi udara nasional, kata Rosita, untuk mengintegrasikan kebandarudaraan, navigasi penerbangan, serta angkutan udara penumpang dan kargo. Di samping itu juga integrasi dengan pesawat udara yang mempertimbangkan aspek teknis, pertahanan, keselamatan, keamanan, sosial budaya, lingkungan, ekonomi, dan aspek terkait lainnya.

Masterplan transportasi udara nasional adalah untuk mewujudkan konektivitas dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat. Rencana induk ini juga sebagai pedoman bagi pemerintah dalam penyelenggaraan transportasi udara. Tujuan lainnya adalah sebagai jawaban dari kebutuhan mendesak pada penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

“Penyelenggaraan transportasi udara nasional harus ditata sebagai bagian yang utuh dari suatu proses pembangunan nasional, khususnya di bidang penerbangan,” ujar Rosita.

Ditambahkannya, masterplan tersebut dapat berfungsi sebagai kerangka fundamental dalam mempersiapkan rencana kerja yang lebih efektif dan efisien pada masa mendatang. Seperti persiapan simpul antarmoda, mekanisme pendanaan infrastruktur, dan isu strategis lainnya.

“Hal yang terpenting dari masterplan pada prinsipnya dapat menjadi dasar perencanaan dan program terkait transportasi udara dan aspek penunjang lainnya,” imbuh Rosita, seraya mengungkapkan bahwa hasil dari studi ini adalah tersusunnya dokumen masterplan yang menjadi Rancangan Peraturan Menteri untuk lima tahun ke depan.

Sebelumnya, Kepala Puslitbang Udara M Alwi menyampaikan bahwa FGD melibatkan para pemangku kepentingan di sektor transportasi udara. Pembahasan dari para pembicara dan penanggap yang kompeten di bidang masing-masing menjadi masukan positif bagi Balitbanghub.