Fri. May 29th, 2020

Bakal Pensiunkan Tornado, Jerman Mau Beli 93 Typhoon dan 45 F/A-18

Jet tempur Panavia Tornado IDS milik AU Jerman. Sumber gambar: Wikipedia.

                                   

Jerman berencana membeli ratusan jet tempur baru, 93 unit Eurofighters Typhoon dan 45 armada Boeing F/A-18E/F Super Hornet. Pengadaan ini dilakukan untuk menggantikan jet tempur mereka yang sudah tua. Demikian hal tersebut dikatakan Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer pada 21 April lalu.

Annegret mengatakan bahwa pesawat pabrikan Amerika Serikat (AS), F/A-18 memenuhi persyaratan NATO.

Dikutip dari laman Air Recognition (23/4/2020), di tengah meningkatnya kritik atas keputusan untuk memasukkan pesawat buatan AS dalam komposisi armada jet tempur jerman, Annegret mengatakan kepada surat kabar Sueddeutsche Zeitung bahwa F-18 diperlukan sebagai “teknologi penghubung”.

Untuk memensiunkan armada Panavia Tornado, Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) harus mempertahankan kemampuan tertentu. Annegret mengatakan bahwa saat ini hanya produsen AS yang menawarkan kapasitas untuk membawa senjata nuklir.

Baca Juga:

GAIC Cina Tuntaskan Perakitan Jet Latih FTC-2000 untuk Puspenerbal

Iran Resmi Kenalkan Drone Kombatan HESA Ababil-3

Dalam sebuah surat kepada komite pertahanan parlemen, Annegret menggarisbawahi bahwa jet buatan Boeing akan memungkinkan Jerman untuk memenuhi tugas bersama di NATO yang menuntut anggotanya memiliki pesawat yang mampu mengangkut senjata nuklir. Dia menjelaskan bahwa Super Hornet dapat membawa hulu ledak atom AS.

Saat ini, Tornado adalah satu-satunya pesawat Luftwaffe yang disertifikasi untuk membawa senjata nuklir.

Namun Annegret menekankan bahwa Eurofighters akan menjadi “tulang punggung” Luftwaffe.