Bahas Adaptasi Kebiasaan Baru, 10 Kantor OBU Rakor di Yogyakarta

10 Kantor Otoritas Bandara (OBU) melakukan rapat koordinasi (rakor) di Yogyakarta, Sabtu (18/7/2020), untuk membahas peran pengawasan dan pengendalian pada era adaptasi kebiasan baru.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta, Herson mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mencapai kinerja yang optimal dalam komitmen yang tinggi terkait peran OBU.

“(Khususnya) dalam melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap penerapan kebijakan (pemerintah di masa adaptasi kebiasaan baru) yang dilakukan stakeholder penerbangan,” ujar Herson saat acara.

Herson menjelaskan, Kantor OBU merupakan perpanjangan tangan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Salah satunya dalam hal penerapan kebijakan adaptasi kebiasaan baru, untuk mewujudkan masyarakat yang aman dan produktif, serta pelayanan yang aman, nyaman dan sehat.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Kerya Sumadi mengungkapkan bahwa saat ini industri penerbangan nasional dihadapkan dengan dilema yang sangat berat.

“Kita dihadapkan dengan suatu dilema yang berat sekali. Tapi saya yakin bahwa Indonesia sudah membuat tatanan-tatanan baru. Kita selalu konsentrasi untuk memutus mata rantai (Covid-19) agar tidak banyak banyak lagi warga yang terpapar,” kata Budi kepada audiens rakor melalui sambungan komunikasi virtual di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kita juga ingin agar ekonomi Indonesia, khususnya pergerakan di transportasi, yang sudah menghidupi masyarakat banyak juga berjalan. Maka ekuilibrium atau keseimbangan dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto yang turut hadir dalam rakor mengatakan, walaupun ada hambatan, kita semua harus menjalankan roda ekonomi dan kegiatan tansportasi secara seimbang.

“Kita harus menjaga keseimbangan dan regulasi-regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kami sangat terbuka untuk kritik dan arahan-arahan pelaksanaan pelayanan transportasi di masa pandemi,” tutur Novie.

“Kami menekankan, khususnya untuk inspektur-inspektur di lingkungan Ditjen Perhubungan udara, mereka harus paham, comply dan ngerti aturan-aturan, karena mereka ujung tombak dari kegiatan transportasi udara,” imbuhnya.

Novie menerangkan, OBU mempunyai tugas pokok dan fungsi utama untuk pengawasan dan pengendalian. Di masa pandemi Covid-19 ini, kata Novie, peran OBU sangat penting.

Oleh karena itum rakor ini mempunyai dua fokus. Pertama, implementasi dari protokol Covid-19 untuk seluruh bandara dan operator, serta seluruh penerbangan di Indonesia.

Kedua adalah bagaimana kita melaksanakan tugas pokok dan fungsi kita secara efisien dan efektif selama pandemi.