Tue. Feb 25th, 2020

Aviasi Cina Terpuruk Virus Corona, Pemerintah Ingin Maskapai Nasional Serap Pasar Cina

Para penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sumber gambar: Ery.

                                   

Saat industri aviasi Cina terpuruk akibat wabah virus corona, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginginkan maskapai penerbangan nasional memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyerap pasar penumpang internasional. Kemenhub ingin penumpang atau wisatawan yang selama ini ke Cina, beralih menuju Indonesia.

“Tapi ini perlu kerja sama dengan Kementerian Pariwisata,” tutur Staf Khusus Kementerian Perhubungan, Adita Irawati usai konferensi pers perkembangan penanganan virus corona di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Hingga hari ini, jumlah warga Cina yang meninggal dunia akibat virus corona sudah mencapai lebih dari 1.000 orang. Akibat kejadian ini, seluruh maskapai penerbangan di dunia, termasuk di Indonesia menutup rute penerbangan dari dan menuju Cina.

Peralihan penumpang internasional ini hanyalah satu solusi yang ditawarkan Kemenhub kepada maskapai yang penerbangan terdampak virus corona. Untuk diketahui, Indonesia saat ini masih menjadi salah satu negara yang belum mencatat satu pun kasus virus corona sehingga bisa menjadi daya tarik yang kuat.

Baca Juga:

Larang ke Cina, Menhub Arahkan Maskapai Ramaikan Asia Selatan dan Australia

Pemerintah Tak Larang Layanan Kargo dari dan ke Cina

Solusi kedua, Kemenhub juga mendorong maskapai menerbitkan paket wisata menarik dan insentif diskon penerbangan untuk tiga destinasi. Ketiganya yaitu Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Bali. Ketiganya merupakan daerah tujuan utama wisatawan Cina, yang kini kekurangan turis karena penerbangan Indonesia-Cina dihentikan sementara.

Kata Adita, saat ini beberapa maskapai telah mulai memberikan diskon. Salah satunya Garuda Indonesia yang memberi diskon 30 persen ke tiga tujuan tersebut, dari 10 sampai 12 Februari 2020.

Terakhir, Kemenhub juga mendorong maskapai nasional menciptakan potential demand baru selain Cina. Kemenhub mengajak maskapai nasional membuka atau menambah penerbangan di pasar lain yang potensial seperti India, Pakistan, Maladewa, Nepal, Turki, hingga Australia.