Asian One Air dan Smart Aviaton Jadi Pemain Baru Penerbangan Perintis

Setelah melewati serangkaian proses yang ketat, lima maskapai berhasil memenangkan lelang sebagai operator pelaksana penerbangan perintis tahun ini. Tiga di antaranya merupakan pemain lama, yakni Susi Air, Dimonim Air, dan Trigana Air. Sementara dua lainnya, Asian One Air dan Smart Aviaton merupakan pemain baru.

“Hari ini ada dua pemain baru, dari Asian OneAR dan Smart Aviaton,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti usai menyaksikan penandatanganan dan penyerahan kontrak angkutan udara perintis tahun anggaran 2020 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Polana mengatakan, hingga hari ini sudah 82 persen kontrak yang ditandatangani. Sementara 18 persen sisanya menyusul pada 16 Januari 2020.

Dia menjabarkan, angkutan udara perintis penumpang tahun 2020 totalnya ada 188 rute dengan 20 koordinator wilayah (korwil).

“Dari Sumatera 3 korwil dengan 24 rute, Jawa 1 korwil dengan 3 rute, Kalimantan 3 korwil dengan 25 rute, NTT 1 korwil 4 rute, Papua 9 korwil yang paling banyak dengan 116 rute. Jadi totalnya 188 rute,” urai Polana.

Disebutkannya, untuk angkutan perintis kargo sudah berjalan dan tersebar di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Totalnya ada total 27 rute dengan lima korwil. “Dengan rincian Sulawesi 3 rute, Kalimantan 3 rute, dan Papua 22 rute,” imbuhnya.

Satu lagi, lanjutnya, ada satu rute subsidi perintis kargo di satu korwil, yakni di Timika, Wamena.

“Itu angkutan udara perintis yang akan ditangani di tahun ini. Ini salah satu perwujudan dari pemerintah untuk menyambungkan daerah-daerah terpencil, terluar, tertinggal dan perbatasan,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan ini adalah salah satu wujud hadirnya negara di wilayah-wilayah tersebut, sehingga layanan angkutan udara selalu bisa terlayani. Karena memang di daerah-daerah yang disebutkan tadi, rata-rata hanya moda udara saja yang bisa masuk,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Smart Aviation, Pongky Majaya mengungkapkan bahwa partisipasi Smart Aviation sebagai operator pelaksana penerbangan perintis tahun ini merupakan yang pertama kalinya. Ada lima rute yang dilayani maskapai ini, di antaranya adalah Timika, Dekai, Nabire dan Yahukimo.

“Kebetulan Smart Aviation tahun pertama melakukan berpartisipasi dalam project ini,” tutur Pongky.

Dia mengatakan, manfaat dari program subsidi ini, maskapainya bisa mengembangkan sayap hingga ke daerah-daerah terpencil. Hal ini juga selaras dengan layanan rute yang dilayani.

“Dikarenakan secara reguler kita memang menerbangan pesawat kita di daerah itu (terpencil) juga. Hanya saja, dengan adanya subsidi akhirnya kita juga bisa menambah frekuensi penerbangan kita,” tutupnya.