Fri. Jun 5th, 2020

Armada Maskapai Nganggur, Bandara Soekarno-Hatta Sediakan 270 Tempat Parkir

Runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta beroperasi penuh mulai 20 Desember 2019. Sumber gambar: AP II.

                                   

Untuk memfasilitasi armada maskapai penerbangan yang nganggur, Bandara Internaional Soekarno-Hatta mengoptimalkan 270 tempat parkir sebagai tempat hibernasi pesawat. Fasilitas tersebut akan digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan yang terpaksa mengistirahatkan pesawatnya karena dampak pandemi virus Corona.

“Ketersediaan parkir pesawat dalam keadaan normal adalah 188 parking stand (tempat parkir),” terang Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang seperti dikutip Kompas.com, Selasa (7/4/2020).

Febri menjelaskan, untuk menyediakan 270 tempat parkir, Angkasa Pura II (AP 2) sebagai pengelola bandara tersebut terpaksa menutup banyak gedung terminal. Hal ini dilakukan lantaran kapasitas normalnya hanya 188 tempat parkir.

“(Sementara) untuk optimalisasi parking stand dalam keadaan tidak normal 270 parking stand, dengan syarat, hampir semua terminal di Bandara Soetta ditutup,” imbuhnya.

Baca Juga:

Booking Penerbangan Bulan Ini Nihil, INACA Mohon Insentif ke Pemerintah

Maskapai Air Deccan Setop Operasi, Karyawan Cuti Tak Digaji

Meski telah menyediakan 270 parkir, kata Febri, Bandara Soekarno-Hatta tidak bisa menampung seluruh pesawat maskapai penerbangan yang dikandangkan.

“Apablia ada sebagian pesawat yang tidak tertampung, maka kami mempersilahkan maskapai berkoordinasi dengan bandara-bandara yang masih memiliki ketersediaan parking stand,” terang Febri.

Alur proses hibernasi pesawat

Untuk proses hibernasi pesawat, Febri menjelaskan, pihak maskapai penerbangan harus mengajukan permohonan lebih dahulu pada pihak bandara, dalam hal ini AP 2 kantor cabang Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah itu, permohonan akan dikaji secara internal oleh pihak AP 2. Mereka akan berkoordinasi lagi dengan pihak pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ ATC) terkait ketersediaan tempat parkir.

“Pada prinsipnya kami akan menampung permohonan maskapai untuk melakukan grounded, namun disesuaikan dengan ketersedian atau kapasitas parking stand yang ada di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Febri.

“Lokasi parking stand pesawat sendiri nantinya di lapangan, kita akan gunakan apron. Taxi line yang ada juga kami gunakan untuk grounding pesawat itu,” jabarnya.

Kendati demikian, Febri belum bisa menyebutkan lebih jauh jumlah pesawat dan maskapai penerbangan yang sudah mengandangkan armadanya di Bandara. Sebab, proses tersebut hingga kini masih terus berlangsung.