Wed. Apr 8th, 2020

Arab Saudi Setop Umroh, Gimana Nasib Penerbangan Jamaah?

Pemberangkatan jamaah penerbangan perdana umroh tahun 2020 dari Bandara BIJB Kertajati, Rabu (8/1/2020). Sumber gambar: BIJB.

                                   

Menindaklanjuti keputusan pemerintah Arab Saudi yang mulai hari ini (Kamis, 27/2/2020) memberlakukan kebijakan menunda sementara kedatangan jamaah umroh, Kementerian Agama (Kemenag) langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di bandara untuk memantau kondisi jsmaah umroh. Kebijakan yang dikeluarkan Arab Saudi tersebut sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona.

“Dirjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umroh) meminta jajarannya sidak ke bandara sebagai antisipasi banyak jamaah di-hold di bandara. Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini diberhentikan,” ujar Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin Moch seperti dikutip detikcom, Kamis (27/2/2020).

Ubaidillah menyebutkan, Kemenag juga meminta para pengelola biro perjalanan umroh proaktif mengelola informasi kepada para jemaahnya. Berdasarkan laporan dari pengawasan di bandara, sejumlah maskapai masih menjadwalkan penerbangan ke Arab Saudi. Maskapai tersebut di antaranya adalah Garuda Indonesia, Saudi Arabian Airlines, Citilink Indonesia, dan Lion Air.

Ubaidillah mengatakan bahwa Indonesia menghormati keputusan pemerintah Arab Saudi, karena kebijakan tersebut merupakan bentuk antisipasi mereka terhadap penyebaran virus Corona.

Baca Juga:

Garuda Buka Kesempatan Agen Travel Haji & Umroh Jual Tiket

Menhub: Kalau Ada Tambahan Slot, Kita Tambah Insentifnya

Dia mengatakan, jamaah umroh Indonesia diharapkan bisa bersabar sambil menunggu keputusan dari Arab Saudi. Saat ini pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi dengan Arab Saudi terkait kelanjutan nasib jamaah ibadah umroh.

Dikutip dari Arab News, pemerintah Arab Saudi menegaskan penundaan atau penghentian jamaah umroh bersifat sementara. Pemerintah Arab Saudi akan terus mengevaluasi penyebaran virus Corona, hingga situasi menjadi lebih aman bagi jamaah umroh.

Pemerintah Saudi bekerja sama dengan pihak kerajaan, terkait dukungan internasional untuk pencegahan wabah Corona virus masuk ke wilayah mereka. Kerja sama memungkinkan penanganan yang tepat, dan peringatan dini bagi siapa saja yang hendak menuju atau dari Arab Saudi.

Sebelumnya diketahui tujuh warga Arab Saudi positif terinfeksi virus Corona dalam kasus di Kuwait dan Bahrain. Mereka tiba di Bahrain melalui penerbangan dari Iran. Hingga saat ini, 26 kasus virus Corona telah terkonfirmasi di Bahrain. Saudi sendiri telah meliburkan sekolah dan kuliah selama dua minggu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan tengah melakukan koordinasi dengan Kemenag dan Kementerian Luar Negeri terkait penangguhan masuknya warga nonArab Saudi untuk tujuan ibadah umroh.

“Kementerian Perhubungan tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri, karena penerbangan umroh sangat terkait dengan kebijakan di kedua kementerian tersebut. Saat ini dari pantauan kami penerbangan umroh masih berjalan seperti biasa, sambil menunggu keputusan lebih lanjut,” ujarnya.