AP II, IATA, Changi, Garuda Jajaki Kolaborasi untuk Pemulihan Penerbangan Nasional

Read Time:2 Minute

Upaya mengakselerasi pemulihan sektor penerbangan nasional dilakukan PT Angkasa Pura (AP) II, pengelola 20 bandara di Indonesia. Salah satunya dengan mengedepankan kolaborasi untuk berbagi pengetahuan (knowledge sharing) dan berbagi keahlian (expertise sharing) demi mendorong aspek komersial dan pelayanan. 

Karena itu, AP II mengeksplorasi kolaborasi dengan para pelaku di industri penerbangan global, antara lain, International Air Transport Association (IATA), PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), dan Changi Airport Group. Pertemuan untuk kolaborasi itu dilakukan pada Aviation Festival Asia di Suntec, Singapura, 14-15 Juni 2022.

“Sektor penerbangan nasional tengah berada di titik balik menuju pemulihan sebelum adanya pandemi. AP II  berupaya untuk menjaga momentum ini dengan mengakselerasi pemulihan lewat aspek komersial,” kata Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur AP II dalam siaran pers, Kamis (16/6/2022).

Ketika bertemu dengan Regional Director Airport Passenger Cargo and Security (APCS) IATA, Vinoop Goel, AP II menyampaikan pentingnya  menghasilkan dan mendorong pendapatan dari sumber baru, selain dari bisnis aeronautika dan non-aeronautika. Revenue stream AP II berasal dari bisnis aeronautika, salah satunya dari tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), serta bisnis non-aeronautika, seperti kargo dan konsesi usaha.

“Di tengah situasi ini, untuk mengakselerasi pemulihan, kami harus memperluas bisnis dan tidak hanya mengandalkan bisnis aeronautika dan non-aeronautika,” ujar Awaluddin.

Dia melanjutkan, “Harus ada revenue stream baru yang juga mendukung pelayanan dan operasional di kawasan bandara, seperti bisnis digital melalui digital ecosystem service, edutainment, pemanfaatan aplikasi mobile untuk layanan tenant komersial di bandara, event dan expo di bandara, dan layanan ekosistem kendaraan listrik.”

Selanjutnya, AP II bertemu dengan Changi Airport Group dan Garuda Indonesia. Hadir Di pada kesempatan itu Associate General Manager Airline Development-Air Hub Development Changi Airport Group, Alicia Chen; Manager Market Development Changi Airport Group, Chin Jia Ning; dan Senior Manager Loyalty Garuda Indonesia, Muhamad Kasyful Fuadi.

Awaluddin mengungkapkan, “AP II, Changi Airport Group, dan Garuda Indonesia membahas mengenai knowledge sharing dan expertise sharing dalam pengoperasian bandara guna meningkatkan aspek operasional dan pelayanan, termasuk memperkuat implementasi ACDM (Airport Collaborative Decision Making) di Bandara Soekarno-Hatta.”

AP II sudah mengoperasikan Airport Operation Control Center (AOCC) yang diperkuat dengan ACDM. Ini adalah sistem yang mewadahi kerja sama berbasis informasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga dan meningkatkan standar layanan bagi penumpang pesawat terbang serta maskapai penerbangan. ACDM memudahkan pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dalam waktu yang dibutuhkan, termasuk terkait penggunaan check-in counter, boarding lounge, gate penerbangan, dan sebagainya.

Menurut Direktur Komersial dan Pelayanan AP II, Mohammad Rizal Pahlevi, pembahasan antara AP II, Changi, dan Garuda juga terkait upaya memperkuat area transit penumpang rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta. “Ini merupakan salah satu upaya kami menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai hub penerbangan internasional. Dengan kata lain, porsi penerbangan internasional akan ditingkatkan. Selama ini, Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat memahami layanan di area transit penerbangan domestik karena mayoritas penerbangan adalah rute di dalam negeri,” jelasnya.

Pertemuan untuk kolaborasi antara  AP II, Changi, dan Garuda akan berlanjut. Yang kedua akan dilaksanakan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta pada Juli 2022. “Melalui kolaborasi, pemulihan penerbangan diharapkan datang lebih cepat,” ucap Rizal.

Foto: AP II