Thu. Dec 12th, 2019

AP II akan Kuasai 25% Saham PT Bandarudara Internasional Jawa Barat

Bandara Internasional Kertajati di Majalengka

Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Sumber gambar: AP II.

Angkasa Pura II (AP II) akan menyerap 25% saham di PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) secara bertahap mulai 2019 hingga 2021 melalui skema pembelian saham dalam portepel. PT BIJB merupakan pemilik Bandara Internasional Kertajati yang terletak di Majalengka, Jawa Barat.

Sebelumnya, Oktober 2019 AP II sudah mulai merealisasikan kepemilikan saham di PT BIJB. Aksi korporasi yang dilakukan saat itu membuat komposisi kepemilikan saham di PT BIJB dimiliki empat pihak.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih memiliki 91,44% saham, Koperasi Konsumen Praja Sejahtera Jawa Barat 1,8%, PT Jasa Sarana 0,75%, dan AP II 6,01%.

SVP of Corporate Secretary AP II, Deni Krisnowibowo mengatakan, penyerapan saham secara bertahap ini telah mendapat persetujuan dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemegang saham AP II maupun pemegang saham lainnya di PT BIJB.

“Tujuan kami menjadi pemegang saham di PT BIJB tidak lain adalah memperkuat posisi Bandara Kertajati. Bandara ini adalah masa depan Jawa Barat, selain juga dapat mendukung konsep multi-airport system yang diterapkan PT Angkasa Pura II,” kata Deni, Jum’at (29/11/2019).

Konsep multi-airport system yang dikembangkan AP II adalah menyinergikan 4 bandara, yaitu Kertajati (Majalengka), Husein Sastranegara (Bandung), Halim Perdanakusuma (Jakarta) dan Soekarno-Hatta (Cengkareng). Keempat bandara itu akan saling mendukung untuk mendistribusikan pergerakan penumpang dan penerbangan.

“Sebagai pemegang saham di BIJB, PT Angkasa Pura II akan mempercepat pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Kertajati sehingga semakin optimal dalam meningkatkan konektivitas udara di Jawa Barat,” ujar Deni.

Bandara Kertajati berdiri di atas lahan seluas 1.000 hektare. Bandara ini dilengkapi dengan terminal penumpang pesawat berkapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. Landas pacu bandara berukuran 3.000 x 60 meter, sehingga dapat mengakomodir penerbangan pesawat berbadan lebar.

Baca ini juga ya!