AP 2: Pemerintah Tak Larang Terbang ke Korea Selatan, Iran dan Italia

Angkasa Pura II (AP 2) menegaskan bahwa saat ini penangguhan penerbangan internasional secara penuh di Bandara Internasional Soekarno-Hatta hanya pada rute dari dan ke Cina. Penerbangan rute internasional lainnya di bandara ini tetap beroperasi, baik oleh maskapai nasional maupun asing.

Penangguhan penerbangan dari dan ke Cina efektif berlaku sejak 5 Februari 2020 sesuai dengan kebijakan pemerintah, guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) ke Tanah Air. Kebijakan ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.

Adapun kebijakan terbaru pemerintah tidak melarang penerbangan dari dan ke Korea Selatan (Korsel), Iran dan Italia.

“Penerbangan dari Jakarta ke Seoul dan sebaliknya masih dioperasikan di Soekarno-Hatta,” tegas Presiden Direktur AP 2, Muhammad Awaluddin, Jum’at (6/3/2020).

Awaluddin menjelaskan, sesuai dengan kebijakan pemerintah, mulai 8 Maret 2020 pelancong yang dilarang masuk dan transit di Indonesia adalah mereka yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan ke Daegu dan Gyeongsangbuk-do di Korsel.

Baca Juga:

Mulai Hari Ini Korean Air Setop Penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta

Lebih dari 12.700 Penerbangan Batal, AP 1 Rugi Rp207miliar

“Bagi traveler yang tidak ke dua wilayah itu harus memiliki surat keterangan sehat yang valid serta dikeluarkan otoritas kesehatan di Korsel untuk bisa masuk atau transit di Indonesia,” jelas Awaluddin.

Penerbangan Jakarta – Seoul dan sebaliknya di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Asiana Airlines.

Garuda mengoperasikan penerbangan harian ke rute tersebut, sementara Asiana Airlines mengurang frekuensi penerbangan menjadi 3 kali dalam sepekan. Sedangkan Korean Air menghentikan operasi penerbangan sejak 5 Maret 2020 sebagai dampak wabah virus Corona.

Awaluddin menjelaskan, seluruh bandara yang dikelola AP 2 hingga kini memang belum melayani penerbangan langsung ke Italia dan Iran. Pemerintah juga tidak melarang penerbangan dari dan ke kedua negara tersebut.

Seperti halnya Korsel, pelancong yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan ke kota Tehran, Qom dan Gilan di Iran dilarang masuk atupun transit ke Indonesia. Bagi pelancong dari kota-kota tersebut yang akan masuk ke Indonesia harus memiliki surat keterangan sehat yang valid serta dikeluarkan otoritas setempat. Sementara di Italia kota-kotanya adalah Lombardi, Veneto, Emilia, Romagna, Marche dan Piedmont.