Angkutan Udara Libur Akhir Tahun Tersedia 8,9 Juta Kursi

Musim angkutan musim libur akhir tahun 2019 dan tahun baru 2020 akan dimulai 18 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. Musim angkutan tahun ini tersedia 8,9 juta kursi, baik untuk rute domestik maupun internasional.

“Secara nasional, untuk angkutan nataru ini, kapasitas seat yang tersedia adalah 8,9 juta untuk rute domestik maupun internasional, dengan 494 rute,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Polana mengatakan, pihaknya memproyeksikan bakal ada 5,3 juta penumpang yang bepergian menggunakan angkutan udara pada musim libur tahun ini.

“Prediksi kami, jumlah pennumpang yang akan berangkat untuk angkutan nataru tahun ini adalah 5,3 juta penumpang. Secara kapasitas yang ada, (angka itu) masih mencukupi,” jelasnya.

Dia menyebutkan, saat ini baru ada 222 permintaan penerbangan tambahan dari maskapai yang tercatat. Namun demikian, jika ada permintaan penambahan penerbangan (extra flight) dari maskapai, baik dalam negeri maupun luar negeri, pihaknya siap mengkoordinasikan untuk melayani permintaan slot penerbangan dari maskapai.

Extra flight yang sudah sampai ke sistem kami hingga saat ini adalah 222 penerbangan. Penambahan penerbangan itu adalah penambahan di rute-rute yang padat, seperti Cengkareng, Denpasar, Kualanamu, Korea Selatan, Singapura, dan Kuala Lumpur,” papar Polana.

Untuk melayani musim angkutan tahun ini, jumlah armada maskapai yang tersedia berjumlah 495 unit pesawat.

“Jumlah armada yang available sekitar 495 armada, baik domestik maupun internasional.”

Untuk mengawal musim angkutan libur akhir tahun 2019 dan tahun baru 2020 ini, Ditjen Perhubungan Udara akan melakukan pemantauan di 45 bandara.

“Pemantauan di 38 bandar udara layanan domestik, baik di bandara UPBU, AP I dan AP II. Kami juga melakukan pemantauan di tujuh bandara yang melayani penerbangan internasional,” tandasnya.